tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan Presiden Prabowo Subianto akan segera mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan.
"Sedang dipersiapkan dalam waktu dekat, insyaallah pasti akan ke sana," kata Prasetyo ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Namun Prasetyo belum dapat memastikan jadwal pasti kunjungan Kepala Negara ke NTT. Saat ditanya apakah kunjungan akan dilakukan besok atau lusa, ia hanya menyebut akan menginformasikannya kemudian.
"Nanti kita kabarin," ujarnya.
Gempa bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Data terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (22/8/2026) mencatat korban meninggal dunia bertambah menjadi 87 jiwa, dengan rincian Kabupaten Manggarai 31 orang, Manggarai Timur 30 orang, Sikka sembilan orang, Nagekeo 13 orang, Ngada empat orang, serta Ende dan Manggarai Barat masing-masing dua orang.
Selain korban jiwa, BNPB mencatat 1.298 orang mengalami luka-luka, 336 di antaranya luka berat, dengan jumlah pengungsi mencapai 150.576 jiwa.
BNPB juga melaporkan aktivitas gempa susulan masih tinggi, dengan 5.012 kali kejadian tercatat hingga Sabtu, magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1.
Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026. Presiden sebelumnya telah memerintahkan sejumlah menteri dan lembaga, antara lain Menko PMK, Mendagri, Kementerian PU, BNPB, dan Basarnas, untuk turun langsung menangani dampak gempa di lapangan.
Sebelum pernyataan Prasetyo soal rencana kunjungan ke NTT, Prabowo sempat lebih dulu bertolak ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8/2026) untuk meninjau dan memimpin langsung rapat penanganan karhutla di sejumlah wilayah. Usai memimpin rapat koordinasi di Posko Aju Penanganan Karhutla, Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Prabowo menyatakan keyakinannya pemerintah mampu mengatasi karhutla tahun ini.
"Kalau kita lihat sejarah tahun-tahun berapa tahun yang dulu sangat lebih parah kita mampu atasi. Jadi saya percaya ini segera kita atasi," kata Prabowo.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id
































