Menuju konten utama

Update Gempa NTT: Korban 91 Jiwa, Pengungsi Mulai Sakit ISPA

BNPB laporkan gempa susulan NTT tembus 5.688 kali dengan pola temporal yang rumit. Warga diimbau jauhi bangunan retak sebulan ke depan.

Update Gempa NTT: Korban 91 Jiwa, Pengungsi Mulai Sakit ISPA
Petugas Medis dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memeriksa korban gempa di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026). Tim Respon MDMC membawa kebutuhan logistik medis dan non-medis untuk memberikan layanan kesehatan bagi para korban bencana gempa bumi di NTT. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini bertambah menjadi 91 orang. Di tengah situasi duka tersebut, kondisi di posko darurat juga kian memprihatinkan setelah ribuan dari total 161.084 jiwa pengungsi dilaporkan mulai terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers di YouTube BNPB, Minggu (23/8/2026).

Sebaran Wilayah dan Identitas Kelompok Umur Korban Meninggal

Berdasarkan data BNPB, sebaran 91 korban meninggal dunia berada di Kabupaten Manggarai (32 jiwa), Manggarai Timur (31 jiwa), Nagekeo (14 jiwa), Sikka (6 jiwa), Ngada (5 jiwa), Ende (2 jiwa), dan Manggarai Barat (1 jiwa).

Dari keseluruhan korban jiwa, sebanyak 40 orang berjenis kelamin laki-laki, 48 perempuan, dan tiga korban masih dalam tahap identifikasi. Dilihat dari kelompok umur, korban terdiri atas 39 lansia, 35 dewasa, 12 anak dan remaja, 4 batita, serta 1 balita.

"51 persen korban dinyatakan meninggal disebabkan dampak langsung dari gempa seperti tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan sisanya 49 persen meninggal disebabkan dampak tidak langsung," imbuh Berton.

Selain itu, BNPB mencatat 1.286 orang mengalami luka-luka. Korban luka terbanyak dilaporkan berada di Kabupaten Manggarai Timur dengan 643 orang dan Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 504 orang.

Gelombang Pengungsian Melonjak Drastis di Tiga Kabupaten

Posko pengungsian korban gempa di Manggarai

Warga beristirahat di tenda posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026). Sebanyak 1.364 orang warga yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT tercatat mengungsi di posko tersebut. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.

Terkait situasi di lapangan, jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal dan mengungsi terus bertambah di sejumlah titik posko.

“Saat ini, data pengungsi yang ada pada kami bertambah lagi menjadi 161.084 jiwa. Adapun 3 kabupaten yang paling tinggi adalah kabupaten Manggarai, pengungsinya sebanyak 46.519 jiwa,” ungkapnya.

Konsentrasi pengungsi terbanyak selanjutnya tercatat di Kabupaten Nagekeo sebanyak 34.256 jiwa dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 31.372 jiwa.

Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi hingga Ancaman Kasus ISPA

Kerusakan tempat ibadah akibat gempa bumi NTT

Warga memotret kondisi bangunan Gereja Stasi St. Paulus Satar Teu yang mengalami kerusakan di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu (19/8/2026). Menurut data BNPB, hingga Selasa (18/8) tercatat sebanyak 173 rumah ibadah di berbagai daerah wilayah NTT mengalami kerusakan akibat dampak dari gempa bumi. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.

Aktivitas kegempaan susulan pun masih terus dipantau intensif oleh petugas. Gempa susulan diperkirakan terus berlangsung sekitar 3-4 minggu sejak gempa utama.

"Sampai hari ini mencapai 5.688 kali magnitude terbesar adalah 6,2 dan yang terkecil adalah 1,1. Gempa susulan yang dirasakan warga saat ini, hari ini sebanyak 130 kali. Rangkaian gempa susulan menunjukkan pola emporal yang belum sederhana," jelas Berton.

Pada sisi kesehatan, BNPB menerima laporan Kementerian Kesehatan perihal kemunculan penyakit pascabencana. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mendominasi dengan 3.721 kasus, disusul 15 kasus gigitan hewan penular rabies di Nagekeo dan Manggarai Timur.

“Kita berdoa semoga keluarga, handai taulan, tetangga dan seluruh yang terdampak tetap diberi kekuatan,” pungkas Berton.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah