tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan satuan tugas (satgas) udara di enam provinsi prioritas, menyusul munculnya titik kebakaran di sejumlah daerah pada periode 20–21 Agustus 2026.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan pengerahan satgas udara dimaksimalkan untuk mendukung operasi darat dalam memadamkan titik api.
“Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di 6 provinsi prioritas,” kata Berton dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Enam provinsi yang diperkuat armada udara tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Di Provinsi Riau, BNPB menyiagakan 1 unit helikopter patroli, 1 unit operasi modifikasi cuaca (OMC), dan 5 unit helikopter water bombing. Di Jambi dikerahkan 1 unit helikopter patroli, 1 unit OMC, dan 2 unit water bombing, sedangkan di Sumatra Selatan dioperasikan 1 unit helikopter patroli, 1 unit OMC, dan 7 unit water bombing.
Sementara itu, penanganan udara di Kalimantan Selatan diperkuat 1 unit helikopter patroli, 1 unit OMC, dan 3 unit water bombing. Di Kalimantan Tengah dioperasikan 1 unit helikopter patroli, 1 unit OMC, dan 4 unit water bombing, serta di Kalimantan Barat dikerahkan 2 unit helikopter patroli, 1 unit OMC, dan 5 unit water bombing.
BNPB turut berkolaborasi dengan BMKG untuk memantau pertumbuhan awan hujan guna mendukung pelaksanaan OMC.
Berdasarkan laporan kebencanaan per 20–21 Agustus 2026, seluruh kejadian bencana baru merupakan karhutla. Di Kalimantan Timur, kebakaran seluas 49,55 hektare melanda Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan titik api terluas di Kelurahan Pendingin mencapai 42 hektare.
Selain itu, karhutla seluas 25,29 hektare di kawasan taman konservasi Kabupaten Paser telah berhasil dipadamkan oleh BPBD setempat.
Peristiwa karhutla juga melanda beberapa wilayah di Jawa Timur, antara lain kawasan hutan Ijen di Bondowoso seluas 20 hektare, hutan rakyat di Magetan seluas 8 hektare, dan lahan vegetasi di Blitar seluas 3 hektare. Seluruh titik api di Jawa Timur telah dipadamkan oleh tim gabungan.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla selama 180 hari, terhitung sejak 16 Mei hingga 6 Oktober 2026.
Laporan karhutla lainnya tercatat di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, yang menghanguskan 3,8 hektare lahan di Kecamatan Manggar dan Renggiang. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama tanpa menimbulkan korban jiwa.
Merespons potensi ancaman bencana hidrometeorologi kering selama musim kemarau, BNPB meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan serta sarana pemadaman dan mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera melapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” pungkasnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































