Menuju konten utama

BNPB: Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 103 Orang

Sampai hari ini, BNPB mencatat terdapat sebanyak 1.666 orang mengalami luka usai gempa NTT.

BNPB: Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 103 Orang
Petugas Medis dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memeriksa korban gempa di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026). Tim Respon MDMC membawa kebutuhan logistik medis dan non-medis untuk memberikan layanan kesehatan bagi para korban bencana gempa bumi di NTT. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) per hari Selasa (25/8/2026) bertambah menjadi 103 jiwa.

"Ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, dalam konferensi pers terkait penanganan gempa di NTT yang diikuti secara daring dari Jakarta, dikutip Antara.

Sebelumnya, sejak gempa terjadi di NTT pada Sabtu (15/8/2026) hingga Senin (24/8/2026) lalu, jumlah korban adalah sebanyak 100 jiwa. Data terkini menunjukkan 103 korban meninggal itu terdiri atas 41 korban jiwa di Kabupaten Manggarai, 34 korban di Manggarai Timur, 13 korban di Nagekeo, 6 korban di Sikka, 5 korban di Ngada, 3 korban di Ende, dan 1 korban di Manggarai Barat.

Berton lalu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, tetangga, kerabat, serta seluruh masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.

Berton kemudian menyampaikan berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal dunia 45 persen laki-laki dan 55 persen perempuan. Kemudian, berdasarkan kelompok usia, korban jiwa terdiri atas 45 persen lansia, 37 persen dewasa, 12 persen anak dan remaja, serta sisanya merupakan balita dan batita.

Berikutnya, Berton menyampaikan informasi terkait korban luka-luka. Sampai hari ini, BNPB mencatat terdapat sebanyak 1.666 orang yang mengalami luka. Sebelumnya pada Senin (24/8), BNPB mencatat korban yang mengalami luka sebanyak 1.603 jiwa.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan.

Menurut Berton, pemutakhiran data korban terus dilakukan oleh BNPB seiring dengan adanya laporan tambahan dari wilayah terdampak gempa.

Diketahui, gempa bumi dengan magnitudo (M) 7,7 terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8), pukul 05.58 WITA.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fadrik Aziz Firdausi