tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penambahan jumlah korban meninggal dunia akibat dari banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), Senin (5/1/2026) pagi. Hingga pukul 14.00 WIB, total ada 16 orang meninggal dunia dan 3 korban masih dinyatakan hilang.
“Ini korban yang sudah ditemukan 16 jiwa meninggal dunia, masih ada 3 korban hilang yang masih dalam proses pencarian. Kita harapkan di hari ini atau besok bisa segera ditemukan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers yang disaksikan secara daring, Selasa (6/1/2025).
Selain korban jiwa, BNPB mencatat sebanyak 682 warga terpaksa mengungsi. Bencana tersebut juga mengakibatkan tujuh unit rumah hanyut dan 29 rumah mengalami kerusakan berat.
Abdul Muhari menjelaskan, saat ini BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait telah berada di lokasi terdampak untuk mengoptimalkan penanganan tanggap darurat.
“Kemudian 682 jiwa warga yang mengungsi bisa kita pastikan kebutuhan logistik dasar permakanannya,” katanya.
BNPB juga mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material lumpur dan bebatuan yang menutup akses permukiman warga. Sejumlah alat berat tengah digeser dari wilayah Sulawesi Utara guna mendukung proses pemulihan lingkungan di lokasi terdampak.
“Dan kita harapkan ini tim dari Sulawesi Utara juga sedang menggeser beberapa unit alat berat supaya pemulihan lingkungan yang sat in terdampak atau banyak sekali lumpur dan batu-batu besar ini bisa segera kita bersihka,” katanya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































