tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengklaim telah menghemat anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026 sebesar Rp180 miliar karena menurunkan biaya layanan Armuzna. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengatakan bahwa layanan Armuzna tahun ini berhasil ditekan hingga 2.100 Riyal per jemaah dibandingkan dengan musim haji lalu.
"Itu artinya kalau 200 Riyal kita kalikan 200.000 jemaah, kalikan Rupiah, satu Riyal itu 4.200, ketemu 180 miliar (rupiah). Jadi dari Armuzna kita bisa men-save 180 miliar (rupiah)," ujar Gus Irfan, dalam acara media briefing outlook penyelenggaraan haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Gus Irfan memastikan bahwa penurunan harga tersebut tak diikuti oleh menurunnya kualitas layanan. Dia menyebut bahwa kulitas layanan justru mengalami peningkatan terutama pada aspek kenyamanan di tenda Mina.
"Itu pun kalau tahun lalu itu luas kasurnya itu 0,8 meter persegi, tahun ini kita mendapatkan 1 meter persegi. Jadi ada harga lebih murah tapi kualitasnya lebih baik," kata dia.
Menurut Gus Irfan, penghematan ini diperoleh karena pemerintah Indonesia melakukan negosiasi dengan prinsip harga bersih dalam proses pengadaan layanan Armuzna.
"Kita tidak minta kickback, kita tidak minta fee, kita tidak minta apa pun yang terkait itu dan alhamdulillah bisa turun langsung 200 Riyal," kata Gus Irfan.
Lebih jauh, Gus irfan juga menyampaikan bahwa persiapan haji lainnya di Arab Saudi terus dikebut untuk penyelenggaraan ibadah haji 2026. Hingga saat ini, akomodasi di Mekah dan Madinah telah mencapai sekitar 97 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
"Akomodasi insyaallah Makkah, Madinah sudah 97% dalam artian tinggal nego harga. Sementara kasyfiyah segala macam sudah kita lihat semua tempat-tempatnya, mudah-mudahan dalam waktu seminggu ini selesai," ujarnya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























