Menuju konten utama

BI Soal Rp200 T Dipindah ke Himbara: Perkuat Injeksi Likuiditas

Gubernur BI menilai tambahan likuiditas di perbankan akan memperbesar daya dorong untuk pembiayaan berbagai kegiatan ekonomi.

BI Soal Rp200 T Dipindah ke Himbara: Perkuat Injeksi Likuiditas
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyimak pertanyaan wartawan dalam acara konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (18/12/2024). Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan BI atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 6 persen untuk mempertahankan stabilitas perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global akibat arah kebijakan Amerika Serikat (AS) dan eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.

tirto.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyambut positif langkah pemerintah memindahkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke bank-bank Himbara. Menurutnya, langkah ini akan memperkuat likuiditas di sektor keuangan.

"Kami menyambut baik Pak Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memindahkan dana dari BI ke likuiditas perbankan dan itu pandangan kami memperkuat injeksi likuiditas kami yang kita lakukan," kata Perry dalam Konferensi Pers Hasil RDG, Rabu (17/9/2025).

Perry menjelaskan bahwa tambahan likuiditas di perbankan akan memperbesar daya dorong untuk pembiayaan berbagai kegiatan ekonomi. Hal ini selaras dengan strategi BI yang terus melonggarkan kebijakan moneter guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Di samping dukungan fiskal, BI juga aktif melakukan ekspansi likuiditas. Perry mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengucurkan berbagai instrumen untuk memastikan ketersediaan dana di pasar keuangan.

Misalnya, BI telah melakukan penurunan likuiditas melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp200 triliun, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp217 triliun, serta pemberian insentif likuiditas hingga Rp384 triliun.

"Kami sudah injeksi likuiditas SRBI ini turun Rp 200 triliun dan pembelian SBN Rp 217 triliun kemudian insentif likuiditas Rp 384 triliun," ujarnya.

Menurut Perry, kebijakan ini dirancang untuk menjaga kesehatan sistem keuangan sekaligus mendukung kebutuhan pembiayaan sektor riil.

Perry menambahkan, BI terus berkomitmen untuk menjalankan kebijakan yang propertumbuhan dengan tetap menempatkan stabilitas sebagai prioritas utama.

Menurutnya, program-program pemerintah yang baru diumumkan, termasuk rencana ekspansi kebijakan fiskal, akan memberikan dampak positif bagi sektor riil.

“Itu akan mendorong sektor riil, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan dunia usaha dan ujungnya akan juga mendorong permintaan kredit,” jelasnya.

Baca juga artikel terkait LIKUIDITAS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana