tirto.id - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya penurunan imbal hasil atau yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).
Penurunan SRBI terjadi pada tenor 6, 9 dan 12 bulan, di mana per 16 Mei 2025 masing-masing sebesar 6,40 persen, 6,44 persen dan 6,47 persen. Padahal, pada Januari lalu, imbal hasil masing-masing tenor SBRI tersebut masih sebesar 7,16 persen, 7,20 persen dan 7,27 persen.
Sementara penurunan imbal hasil SBN terjadi pada tenor 2 tahun dan 10 tahun, dari masing-masing sebesar 6,96 persen dan 6,98 persen pada awal Januari 2025 menjadi 6,16 persen dan 6,84 persen per 16 Mei 2025.
“Suku bunga IndONIA terus menurun menjadi 5,77 persen pada 20 Mei 2025 dari semula sebesar 6,03 persen pada awal Januari 2025,” jelas Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2025, secara daring, Rabu (21/5/2025).
Penurunan imbal hasil SRBI, SBN dan IndONIA ini, lanjut Perry, sejalan dengan penurunan suku bunga acuan bank sentral yang diputuskan dalam RDG Januari 2025 lalu dan operasi moneter yang dilakukan oleh BI. Sebagai catatan, pada Januari 2025, BI menurunkan suku bunga acuan dari yang sebelumnya 6 persen menjadi 5,75 persen.
Karena itu, keputusan pemangkasan suku bunga acuan yang ditetapkan dalam RDG Mei 2025 juga diharapkan untuk dapat segera tertransmisikan.
“Tentunya kami berharap akan bisa tertransmisi, di mana akan bisa masuk tercermin di pasar uang dan pasar keuangan, sehingga tentunya ini akan menurunkan biaya modal ataupun biaya dana, baik itu untuk perbankan ataupun untuk sistem keuangan secara keseluruhan,” jelas Deputi Senior BI, Destry Damayanti, dalam kesempatan yang sama.
Meski imbal hasil SRBI, SBN dan IndONIA telah mengalami penurunan, BI mengakui suku bunga perbankan masih relatif tinggi. Pada April 2025, suku bunga deposito 1 bulan tercatat 4,83 persen, meningkat dari 4,81 persen pada awal Januari 2025, dengan kecenderungan sejumlah bank menawarkan suku bunga deposito yang lebih tinggi dari yang dipublikasikan.
Pun demikian dengan suku bunga kredit perbankan juga masih relatif tinggi, yaitu sebesar 9,19 persen pada April 2025, relatif sama dengan 9,20 persen pada awal Januari 2025.
“Ke depan, Bank Indonesia memandang suku bunga perlu diturunkan untuk mendorong peningkatan penyaluran kredit guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” tutur Perry.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































