tirto.id - Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi Deputi Gubernur Juda Agung telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Juda disebut telah melayangkan surat resign pada 13 Januari lalu.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa surat pengunduran diri Juda itu dialamatkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kami mengkonfirmasi bahwa Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak tanggal 13 Januari 2026,” katanya dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Denny menjelaskan proses pengisian posisi yang ditinggalkan Juda tersebut akan berjalan sesuai dengan ketentuan undang-undang.
Mekanisme pengangkatan pengganti mengacu pada UU No. 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
“Atas kekosongan jabatan Deputi Gubernur tersebut maka Gubernur Bank Indonesia telah merekomendasikan calon kepada Presiden. Selanjutnya, Presiden mengusulkan dan mengangkat Deputi Gubernur terpilih sebagaimana persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat,” ujarnya.
Menanggapi perubahan di jajaran pimpinan ini, BI menegaskan bahwa institusi tetap berfokus pada mandat utamanya. “Bank Indonesia akan tetap fokus pada tugas utama untuk mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah, memelihara kelancaran sistem pembayaran, dan menjaga stabilitas sistem keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tambahnya.
Fokus utama saat ini adalah pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, yang hasil keputusannya akan diumumkan pada Rabu, 21 Januari 2026.
Sebelumnya, kabar pengunduran diri Juda Agung disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Prasetyo pun mengonfirmasi bahwa nama Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, masuk bursa calon untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI yang ditinggalkan Juda Agung.
Prasetyo menjelaskan, sesuai aturan Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR yang berisi sejumlah nama calon pengganti untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
“Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Thomas Djiwandono,” jelas Prasetyo.
Meski menyebut ada tiga nama yang diusulkan, Prasetyo belum merinci keseluruhan daftar calon. “Tiga nama (yang diusulkan). Siapa saja, nanti aku cek ya, tidak hafal semua satu-satu,” ucapnya.
Sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut baik masuknya nama Thomas sebagai calon Deputi Gubernur BI. Selain itu, ia pun membenarkan ada tukar guling posisi antara Juda dan Thomas.
“Kayaknya switch ya kelihatannya Kalau bocornya seperti itu ya? Kayaknya begitu, switch kelihatannya (antara Juda dengan Thomas),” ujar Purbaya di DPR RI, Senin.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





































