tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan pihaknya tengah menyelidiki dugaan food tray atau ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga terkontaminasi minyak babi. Penyelidikannya lewat kerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Nanti kami persilahkan kepada lembaga yang berwenang untuk kualitas, standarisasi itu mungkin Kementerian Perindustrian yang harus menilai. Untuk higienisnya BPOM yang harus menilai. Untuk kehalalannya BP Badan Halal yang harus melakukannya,” kata Dadan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/9/2025).
Dia mengatakan produksi food tray di dalam negeri telah mencapai jutaan unit per bulan. Namun, kebutuhan nasional hingga akhir tahun masih sangat besar.
“Perlu kami sampaikan bahwa produksi dalam negeri terkait tray ini sekarang tadi saya dapat laporan kurang lebih 11.600.000 tray per bulan. Jadi, kalau kami membutuhkan 80.000.000 di akhir tahun, maka mungkin masih ada kekurangan sehingga kami sudah koordinasi dengan Kementerian Perdagangan bahwa pintu impornya tidak ditutup,” jelasnya.
Dia mengatakan pihaknya ingin sepenuhnya menggunakan APBN untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dadan menyebut BGN sekaligus akan menyiapkan food tray untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menggunakan produk dalam negeri, yang pastinya juga menggunakan APBN.
“Dan kami juga akan menyiapkan trade untuk daerah-daerah 3T. Itu kami sudah instruksikan untuk membeli produk dalam negeri. Jadi tidak ada produk import untuk yang didanai APBN,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menanggapi adanya laporan terkait nampan atau food tray program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengandung minyak babi. Haikal menyebut pihaknya akan melakukan inspeksi langsung ke Cina.
"Sebagaimana usulannya tadi, kami juga harus berangkat ke Cina untuk melihat langsung isu yang dikembangkan," kata Haikal.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





























