Menuju konten utama

BGN Dukung Polisi Usut Kasus Produksi Ompreng MBG Palsu

Nanik berterima kasih kepada para penyidik dari kepolisian, yang telah mengungkap kasus dugaan produksi ompreng MBG palsu.

BGN Dukung Polisi Usut Kasus Produksi Ompreng MBG Palsu
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengisi Talkshow bertajuk Upaya Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa melalui Makan Bergizi Gratis di Antara Heritage Center (AHC), Pasar Baru, Jakarta, Kamis (23/10/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengungkap adanya dugaan produksi ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) palsu di sebuah ruko di kawasan Jakarta Utara. Nanik menuturkan bahwa kasus pemalsuan ompreng tersebut telah diungkap dan ditindaklanjuti oleh Polres Metro Jakarta Utara. Ia pun berterima kasih polisi menindak temuan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada para penyidik dari kepolisian, yang telah mengungkap kasus dugaan produksi ompreng MBG palsu ini,” kata Nanik dalam keterangan pers yang diterima Tirto, Selasa (4/11/2025).

Atas temuan ompreng palsu tersebut, Nanik menyebut bahwa ompreng harus harus terbuat dari stainless steel 304. Stainless steel 304 atau SS 304 mengandung 18 persen kromium, 8 persen nikel, dan besi sebagai elemen utama.

“Komposisi ini memberikan ketahanan terhadap kemungkinan munculnya karat dan korosi sehingga aman untuk peralatan makan dan peralatan masak,” kata dia.

Nanik mengklaim bahwa stainless steel 304 juga tidak beracun dan tidak bereaksi terhadap makanan dan minuman. Oleh karena itu, stainless steel 304 memenuhi standar kesehatan dan keselamatan yang ketat untuk digunakan dalam program MBG.

“Jadi, baik ompreng, peralatan makan, maupun peralatan dapur harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” katanya.

Nanik juga menyebut jika ompreng resmi memiliki logo BGN. Namun di ompreng palsu juga ditempeli logo dan Nanik menyebutnya palsu serta dapat dibedakan dengan yang asli karena dikeluarkan secara tidak resmi.

“Padahal ompreng MBG itu ditempeli logo tanpa izin,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ongkoseno, mengungkap adanya tindak kejahatan pemalsuan ompreng MBG. Para pemalsu tersebut bekerja dengan menempelkan label Made in Indonesia palsu, label SNI palsu, serta pencantuman logo BGN pada produk ompreng tersebut.

Ongkoseno menyampaikan adanya kemungkinan bahwa ompreng tersebut diimpor dari Cina. Pihaknya kini berupaya menelusuri asal-usul dan komposisi ompreng MBG yang mulai beredar di pasaran itu.

"Masih terus kami dalami," ujarnya.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher