Menuju konten utama

TNI AD Siapkan Ribuan Ha Lahan untuk Pasokan Bahan Pangan MBG

Prajurit TNI AD diperintahkan untuk menanam sayur-sayuran sampai buah-buahan untuk dijadikan pasokan bagi program MBG.

TNI AD Siapkan Ribuan Ha Lahan untuk Pasokan Bahan Pangan MBG
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dalam acara TNI Fair, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2025). tirto.id/Umay

tirto.id - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyiapkan ribuan hektare lahan di sejumlah daerah untuk dijadikan lahan pertanian guna memasok bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengaku telah memerintahkan prajurit TNI AD untuk menanam sayur-sayuran sampai buah-buahan untuk dijadikan pasokan bagi program MBG.

“Saya sudah memerintahkan para prajurit untuk menanam bahan pangan, sayuran, dan buah-buahan di lahan-lahan milik TNI AD, untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis,” kata Maruli saat menerima kunjungan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, di Mabes TNI AD, Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Menurut Maruli, sejak tiga bulan lalu dirinya sudah memperkirakan harga pangan akan beranjak naik akibat meningkatnya permintaan daging dan telur ayam, serta sayuran dan buah-buahan seiring dengan pertambahan jumlah SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Ia segera meminta jajarannya untuk menanami lahan milik TNI AD dengan berbagai tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan.

Lahan-lahan milik TNI AD yang ditanami bahan-bahan pangan itu di antaranya adalah lahan seluas 206 hektare di Gunung Hejo, Purwakarta; 300 hektare lahan di Takokak, Cianjur; 100 hektare di Puslatpur Baturaja, Lampung; 50 hektare di Pangalengan, Kabupaten Bandung; 600 hektare di Ciemas, Sukabumi; serta 60 hektare tanah di Cibenda, Sukabumi.

Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992 itu menyebut, TNI AD juga mendidik ratusan petani muda untuk ikut mengelola lahan-lahan tersebut.

“Kami juga mendidik ratusan petani muda untuk mengelola lahan pertanian itu,” kata Maruli.

KSAD juga telah memerintahkan para prajuritnya untuk beternak ayam, terutama ayam petelur. Ayam petelur dipilih sebab penanganannya dinilai lebih mudah dibandingkan dengan ayam pedaging, dan lebih cepat dipanen.

“Saya juga sudah memerintahkan kepada Kodim-Kodim untuk beternak ayam,” tegas Maruli.

Komitmen TNI AD untuk ikut memperkuat pasokan pangan bagi program MBG itu sangat diapresiasi oleh BGN. Sebab, dengan bertambahnya jumlah dapur MBG yang beroperasi, kebutuhan bahan pangan pun akan meningkat, sehingga bisa memicu kenaikan harga.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif TNI-AD dalam memperkuat pasokan bahan pangan untuk mendukung program MBG,” kata Nanik.

Nanik kemudian menyarankan agar selain bahan makanan pokok dan sayuran, para prajurit TNI AD juga dapat menanam lahan itu dengan tanaman buah yang dibutuhkan dapur-dapur MBG, seperti salah satunya pisang.

“Sebab, selain mudah dibudidayakan, pisang bisa dipanen dalam waktu yang relatif singkat, dan menjadi salah satu menu buah MBG yang aman,” pungkas Nanik.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama