Menuju konten utama

BGN Bentuk Tim Investigasi usai Maraknya Murid Keracunan MBG

Tim investigasi BGN akan bekerja sama dengan BPOM dalam mengidentifikasi kasus keracunan usai mengonsumsi MBG.

BGN Bentuk Tim Investigasi usai Maraknya Murid Keracunan MBG
Siswa menyantap makanan bergizi gratis di SDN Pasirkaliki Mandiri 2, Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/YU

tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) membentuk tim investigasi khusus yang bertugas untuk menangani sejumlah isu keracunan yang terjadi kepada masyarakat di sejumlah daerah usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tim investigasi tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 September 2025.

"Selain itu saya juga diberikan tugas Pak Kepala untuk di bidang investigasi. Investigasi ini berkaitan dengan yang ramai, sekarang adalah kasus dugaan, saya sebut dugaan karena belum tentu semua yang bermasalah atau atau keracunan," kata Nanik di sela konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).

Nantinya, tim investigasi tersebut akan bertugas di dua bidang yaitu menangani dugaan keracunan dan juga memeriksa menu makanan serta kondisi dapur. Dia berharap dengan keberadaan tim investigasi tersebut dapat memilah antara fakta maupun hoaks yang terjadi berkaitan dengan isu keracunan MBG tersebut.

"Kenapa? Karena sering beredar seolah-olah makanannya kok seperti ini, makanannya kok seperti ini. Padahal dari yang laporan kami itu tidaklah demikian," ujarnya.

Konpers Makan Bergizi Gratis di Kantor BGN

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, Kepala BGN Dadan Hindayan, Wakil Kepala BGN, Brigjen Pol Sony Sonjaya dalam konferensi pers Makan Bergizi Gratis di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025). tirto.id/M. Irfan Al Amin

Nanik menuturkan bahwa tim investigasi BGN akan bekerja sama dengan BPOM dalam mengidentifikasi kasus keracunan pasca mengonsumsi MBG.

"Di dalam kasus-kasus yang diduga keracunan ini, kami tidak bisa menjustifikasi sebelumnya, oh ini keracunan, karena kami tetap harus menunggu dari BPOM," terangnya.

Dia menjelaskan bahwa tim investigasi menjadi penting karena proses identifikasi pemeriksaan sampel makanan oleh BPOM bisa memakan waktu hingga 14 hari kerja.

Selama masa tunggu tersebut, tim investigasi bertugas untuk mengklarifikasi dan mengidentifikasi segala bentuk isu mengenai keracunan tersebut.

"Jadi kami akan bekerja mulai dari melihat bagaimana proses memasaknya, bagaimana bahan bakunya. Lalu, setiap hari itu ada sampel makanan sebelum dibagi yang disimpan selama 2 hari di lemari pendingin. Nantinya sampel tersebut yang akan kemudian diuji apakah benar bahwa MBG menjadi penyebab keracunan atau karena faktor lain," ungkapnya.

Nanik menambahkan bahwa dalam tim investigasi terdiri dari para ahli kimia, farmasi, hingga tenaga ahli profesi pendidikan kesehatan.

"Jadi ini untuk mempercepat temuan, kira-kira sambil menunggu BPOM. Sebetulnya yang terjadi supaya kami bisa segera mengambil tindakan-tindakan perbaikan untuk dapur, maupun nanti pengobatan di pasien kalau memang harus perlu pengobatan lebih lanjut," ujarnya.

Dirinya menyebut bahwa tim investigasi akan dibentuk dan segera bekerja pada pekan ini.

"InsyaAllah, tim investigasi dalam minggu ini kami akan buat dan segera akan turun," terangnya.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto