Menuju konten utama

260 Siswa di Bandung Barat Keracunan, Pemkab Setop Sementara MBG

Distribusi MBG di Bandung Barat dihentikan sementara selama 2 minggu sembari menunggu hasil uji laboratorium.

260 Siswa di Bandung Barat Keracunan, Pemkab Setop Sementara MBG
Ratusan siswa korban keracunan MBG dirawat di RSUD Cililin, Senin (22/9/2025). Info Bandung Barat/Gilang.

tirto.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menghentikan sementara distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini dilakukan menyusul insiden keracunan massal menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (22/9/2025).

Para siswa dari SMK Pembangunan Bandung Barat, MTs Darul Fiqri, hingga SD Negeri Cipari mengalami gejala mulai dari mual, pusing, hingga kejang-kejang setelah menyantap makanan dari program MBG. Hingga Senin malam, jumlah korban terus bertambah.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, yang meninjau langsung ke RSUD Cililin menyebut ada sekitar 260 siswa terdampak. “Semua sedang ditangani, dan seluruh rumah sakit serta puskesmas di wilayah Cipongkor hingga Cililin sudah kami instruksikan siap melayani. Fasilitas dan biaya perawatan ditanggung pemerintah daerah,” ujarnya.

Korban kini tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. Mereka dirawat di Puskesmas Cipongkor, RSUD Cililin, dan RSIA Asta Nugraha. Karena keterbatasan kapasitas ruang perawatan, sebagian siswa bahkan ditempatkan sementara di GOR Kecamatan Cipongkor yang dijadikan lokasi darurat.

Asep menegaskan bahwa Pemkab Bandung Barat sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, kepolisian, dan TNI untuk memastikan penanganan darurat. Pemerintah juga mengatasi kendala di lapangan, mulai dari kebutuhan bahan bakar ambulans hingga suplai oksigen yang sempat menipis.

Terkait keberlanjutan program MBG, ia menyebut sementara distribusi dihentikan. “Sudah ada instruksi dari pusat agar dihentikan dulu sambil menunggu hasil uji laboratorium. Informasinya bisa dua minggu, mudah-mudahan lebih cepat,” jelasnya. Evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan MBG di Bandung Barat disebut akan dilakukan setelah data dan hasil pemeriksaan keluar.

Dari pihak sekolah, Zizah selaku bagian kesiswaan SMK Pembangunan menyampaikan bahwa gejala mulai muncul sekitar satu hingga dua jam setelah makan siang. “Petugas sudah mengambil sampel makanan, jadi kami menunggu hasilnya apakah memang dari makanan atau ada faktor lain,” katanya.

Kesaksian juga datang dari korban dan orang tua. Sukarya, salah satu siswa SMK Pembangunan, mengatakan dirinya mulai pusing sekitar pukul 15.00 WIB setelah membantu temannya yang pingsan. “Awalnya perut terasa sakit, terus kepala ikut pusing. Saya makan buah melon, tomat, timun, lalapan, ayam, dan nasi,” ceritanya. Sementara itu, Saadah, orang tua siswa lain, mengaku anaknya mengeluh sakit perut, panas, pusing, mual, hingga sempat kejang.

Keracunan MBG Bandung Barat

Puluhan korban ditangani secara darurat di GOR Kecamatan Cipongkor karena ruang perawatan rumah sakit tidak mencukupi, Senin malam (22/9/2025). Foto/Info Bandung Barat/Gilang.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, sebelumnya telah menyampaikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan pemulihan siswa adalah prioritas utama, dengan investigasi penyebab keracunan tetap berjalan. “Dinas Kesehatan bersama tim medis terus melakukan langkah cepat untuk memastikan para siswa mendapatkan perawatan terbaik,” ujarnya.

Pemerintah daerah menegaskan siap menanggung seluruh biaya perawatan korban. Keputusan lanjutan mengenai program MBG akan diambil setelah evaluasi bersama, sembari menunggu hasil uji laboratorium atas sampel makanan yang sudah dikirimkan petugas.

=====

Info Bandung Barat adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait KASUS KERACUNAN atau tulisan lainnya dari InfoBandungBarat

tirto.id - Flash News
Kontributor: InfoBandungBarat
Penulis: InfoBandungBarat
Editor: Siti Fatimah