Menuju konten utama

Benarkah Salah Skincare Bikin Kulit Jadi Sensitif? Ini Kata Ahli

Salah skincare bisa bikin kulit sensitif? Simak penjelasan ilmiahnya di sini, lengkap dengan contoh kesalahan skincare paling umum yang bisa merusak kulit.

Benarkah Salah Skincare Bikin Kulit Jadi Sensitif? Ini Kata Ahli
Ilustrasi salah skincare bikin kulit sensitif. foto/istockphoto

tirto.id - Kulit sensitif membutuhkan perhatian khusus dalam perawatannya karena cenderung lebih mudah bereaksi terhadap skincare maupun kondisi lingkungan di sekitarnya. Namun, apa itu kulit sensitif dan benarkah terjadi gara-gara salah skincare?

Dikutip dari Cleveland Clinic, kulit sensitif adalah kondisi ketika kulit bereaksi terhadap hal-hal yang biasanya tidak menyebabkan iritasi, misalnya zat tertentu dalam skincare atau makeup. Reaksinya pun beragam, mulai dari kulit yang terasa perih, gatal, atau terjadi perubahan warna seperti kemerahan.

Sederhananya, kulit sensitif cenderung “pemilih” dan akan menunjukkan tanda jika tidak cocok dengan suatu bahan. Namun, reaksi tersebut umumnya akan mereda dan kulit kembali normal setelah pemicunya dihilangkan.

Di sisi lain, anggapan bahwa kulit sensitif karena skincare yang salah banyak beredar di masyarakat. Apakah anggapan ini benar? Jika iya, kesalahan skincare seperti apa yang bisa memicu kulit jadi lebih sensitif? Yuk, simak penjelasannya di bawah!

Kulit Sensitif karena Salah Pakai Skincare, Benarkah Demikian?

Ilustrasi skincare

Ilustrasi salah skincare. FOTO/iStockphoto

Penyebab kulit sensitif memang belum diketahui secara pasti oleh tenaga medis. Namun, kondisi ini bisa berkaitan dengan menipisnya stratum corneum atau yang bisa disebut skin barrier, yaitu lapisan terluar kulit (epidermis) yang berfungsi sebagai pelindung.

Ketika lapisan pelindung ini tidak bekerja dengan optimal, kemampuan kulit sebagai “barrier” lebih lemah. Akibatnya, zat dari luar (seperti bahan skincare) bisa memicu iritasi dan sehingga kulit menjadi lebih mudah bereaksi atau sensitif.

Faktanya, penggunaan skincare yang salah memang bisa merusak skin barrier. Salah skincare mengacu pada penggunaan produk yang justru merusak keseimbangan alami kulit, misalnya produk yang mengandung bahan berbahaya.

Skincare yang salah juga merujuk pada rutinitas perawatan yang kurang tepat, contohnya over cleansing atau eksfoliasi berlebihan yang membuat skin barrier menjadi lebih tipis dan rusak.

Ilustrasi kulit sensitif

Ilustrasi kulit sensitif. foto/istockphoto

Dalam jurnal Skin 101: Understanding the Fundamentals of Skin Barrier Physiology—Why is This Important for Clinicians? disebutkan bahwa salah satu contoh kasus rusaknya skin barrier adalah pemakaian obat jerawat topikal yang mengandung benzoyl peroxide.

Benzoyl peroxide diketahui dapat meningkatkan kehilangan air dari kulit (TEWL), merusak antioksidan alami seperti vitamin E, serta memicu kerusakan lipid, dan semuanya berkontribusi pada melemahnya perlindungan kulit.

Jurnal ini juga menyoroti penggunaa retinoid topikal yang sering menimbulkan efek samping seperti kemerahan, pengelupasan, dan kulit kering, terutama pada awal penggunaan. Fase ini sering dikenal sebagai “retinization”, yaitu proses adaptasi kulit akibat perubahan struktur dan fungsi epidermis.

Meski umum terjadi, kondisi ini tetap mencerminkan adanya perubahan pada skin barrier yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit, terlebih jika digunakan bersamaan dengan produk lain yang berpotensi iritatif.

Kesimpulannya, skincare yang terlihat aman sekalipun sebenarnya tetap bisa menimbulkan perubahan pada skin barrier yang berpotensi meningkatnya risiko sensitivitas kulit jika tidak digunakan dengan hati-hati.

Efeknya pun tentu lebih parah lagi jika terjadi salah skincare, baik itu pemakaian bahan yang berbahaya maupun rutinitas perawatan yang tidak tepat. Skin barrier bisa semakin rusak dan kulit pun berubah menjadi lebih sensitif.

Kesalahan Paling Umum Terkait Skincare Penyebab Kulit Sensitif

Ilustrasi comedogenic pada skincare

Ilustrasi salah skincare. FOTO/iStockphoto

Salah skincare bisa merusak skin barrier yang berujung menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif. Dalam perawatan kulit sehari-hari, berikut beberapa kesalahan paling umum terkait skincare yang patut diwaspadai dan dihindari:

1. Over-exfoliating

Eksfoliasi memang bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati, tapi harus dilakukan dengan bijak. Menurut ahli dermatologi Marisa Garshick, M.D., eksfoliasi yang berlebihan justru dapat merusak skin barrier dan menyebabkan kulit semakin sensitif.

“Penggunaan scrub wajah dan eksfoliator kimia secara berlebihan dapat merusak lapisan pelindung kulit, menyebabkan kemerahan, jerawat, sensitivitas, dan bahkan robekan mikro pada lapisan terluar kulit,” kata Marisa Garshick, M.D. seperti dikutip dari situs Prevention.

2. Tidak Membersihkan Makeup sebelum Tidur

Membersihkan makeup termasuk salah satu rutinitas skincare yang wajib dilakukan, terutama saat menjelang tidur. Dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, Mona Gohara, M.D., mengungkapkan bahwa kebiasaan ini bisa merusak kulit.

“Tidak membersihkan riasan dapat menyebabkan beberapa jerawat atau kerusakan lapisan pelindung kulit yang mengakibatkan kemerahan dan peradangan,” ujarnya kepada situs Prevention.

3. Memakai Banyak Bahan Aktif Sekaligus

Salah skincare bisa berupa memakai terlalu banyak bahan aktif dalam satu rangkaian perawatan. Bahan aktif seperti retinol, vitamin C, atau AHA/BHA memang dapat diandalkan untuk mempercantik kulit, tapi menggabungkan beberapa bahan aktif sekaligus juga tidak selalu baik.

“Menggabungkan bahan aktif yang kuat, seperti retinol dan eksfoliator kimia, dapat membebani kulit dan menyebabkan iritasi atau luka bakar,” kata Dr. Garshick. “Hal ini dapat melemahkan skin barrier, menyebabkan peradangan kronis, sensitivitas berkepanjangan, dan memicu kondisi seperti rosacea.”

4. Mengabaikan Moisturizer

Mengabaikan moisturizer sering dilakukan banyak orang, terutama jika memiliki kulit berminyak. Pemilik kulit berminyak biasanya merasa tidak perlu menggunakan pelembap. Padahal, semua jenis kulit tetap membutuhkan hidrasi untuk menjaga keseimbangan dan fungsi skin barrier.

Tanpa kelembapan yang cukup, kulit bisa menjadi lebih sensitif atau justru memproduksi minyak berlebih sebagai bentuk kompensasi. Kondisi ini dapat memicu iritasi, inflamasi, hingga mempercepat tanda-tanda penuaan dan membuat kulit tampak kusam.

Ilustrasi Pakai Skincare

Ilustrasi pakai skincare. (FOTO/iStockphoto)

5. Tidak Melakukan Patch Test

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah langsung memakai produk baru ke seluruh wajah. Padahal, produk baru bisa saja mengandung bahan-bahan yang tidak cocok dengan kulit kita dan bisa menimbulkan reaksi alergi, iritasi, atau breakout yang justru merusak skin barrier.

6. Asal Ikut Tren Skincare

Tren skincare selalu berkembang dan mudah ditemukan di media sosial. Dengan klaim kulit cantik dan glowing, tak sedikit orang yang tergiur dan langsung mencoba tanpa mempertimbangkan kondisi kulitnya.

Dr. Mona Gohara menegaskan bahwa tren yang viral tidak selalu aman, bahkan bisa berbahaya bagi kulit. Untuk skincare, sebaiknya ikuti saran dari ahlinya seperti dermatolog atau dokter kulit.

7. Tidak Upgrade Skincare Sesuai Usia

Kebutuhan kulit akan berubah seiring bertambahnya usia. Skincare yang cocok di usia 20-an belum tentu masih efektif di usia 30 atau 40 tahun. Menggunakan produk yang tidak lagi sesuai dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kulit kering, iritasi, hingga munculnya jerawat.

Masalah kulit seperti ini tentunya menurunkan kemampuan skin barrier yang bisa berujung pada meningkatnya sensitivitas kulit. Selain itu, salah skincare juga membuat kulit kehilangan kesempatan untuk mendapatkan manfaat dari bahan aktif yang dibutuhkan di usia tertentu, misalnya retinol.

8. Mengabaikan Sunscreen

Sinar UV matahari adalah salah satu faktor luar yang bisa merusak lapisan pelindung kulit. Bahkan dengan rutinitas skincare yang lengkap, hasilnya bisa sia-sia jika tidak menggunakan sunscreen.

Sunscreen dibutuhkan oleh semua orang dengan semua jenis kulit, termasuk kulit dengan tone gelap sekalipun. Pilih sunscreen minimal SPF 30 dan mencakup perlindungan broad spectrum untuk melindungi skin barrier secara maksimal.

Itulah beberapa kesalahan umum dalam perawatan kulit serta fakta bahwa salah skincare bisa menyebabkan kulit jadi lebih sensitif. Oleh karena itu, penting untuk lebih cermat dalam memilih produk, memahami kandungannya, serta menyesuaikan penggunaannya dengan kebutuhan kulit.

Dengan rutinitas yang tepat, skin barrier dapat terjaga sehingga kulit tetap sehat, tidak mudah iritasi, dan tampil lebih cantik.

Butuh informasi tentang perawatan kulit? Temukan berbagai tips hingga rekomendasi produk pilihan di tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Skincare

Baca juga artikel terkait SKINCARE atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani