Menuju konten utama

Benarkah Microwave Membuat Makanan Menjadi Radioaktif?

Microwave membuat makanan menjadi radioaktif? Simak penjelasan ilmiahnya di sini, termasuk fakta tentang apakah microwave menyebabkan kanker atau tidak.

Benarkah Microwave Membuat Makanan Menjadi Radioaktif?
Ilustrasi microwave. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Apa benar microwave membuat makanan menjadi radioaktif? Ini adalah pertanyaan yang umum di tengah masyarakat. Radiasi microwave bahkan disebut-sebut bisa menyebabkan penyakit kanker sehingga tak sedikit orang yang menghindari alat masak yang satu ini.

Sebagian dari kita pasti pernah mendengar larangan seperti ‘jangan sering-sering pakai microwave karena makanannya jadi radioaktif’. Atau jangan-jangan kamu sendiri pernah khawatir makanan yang dipanaskan dengan microwave bisa memicu kanker?

Bagi orang awam, kekhawatiran semacam ini sering muncul karena cara kerja microwave memang berbeda dengan alat masak lain seperti kompor. Microwave menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik untuk memanaskan makanan.

Namun, jangan keburu takut saat mendengar istilah radiasi karena hal ini tidak otomatis membuat alat tersebut jadi berbahaya.

Cara Kerja Microwave

Ilustrasi Microwave

Ilustrasi microwave. FOTO/iStockphoto

Apa benar microwave membuat makanan menjadi radioaktif? Untuk memahami hal ini, kita perlu tahu cara kerja microwave terlebih dulu.

Dikutip dari situs WebMD, microwave bekerja dengan memanfaatkan komponen bernama magnetron, yaitu tabung elektronik yang menghasilkan gelombang mikro di dalam ruang pemanas.

Gelombang tersebut kemudian dipantulkan oleh permukaan logam di bagian dalam microwave dan diserap oleh makanan. Gelombang ini membuat molekul air dalam makanan bergerak atau bergetar sehingga menghasilkan panas.

Panas dari getaran molekul air inilah yang kemudian digunakan untuk memasak makanan. Mekanisme ini juga menjelaskan mengapa makanan yang memiliki kandungan air tinggi, seperti sayuran, dapat dipanaskan atau dimasak dalam waktu yang relatif cepat menggunakan microwave.

Jadi, sederhananya, microwave pada dasarnya bekerja dengan menghasilkan panas melalui interaksi gelombang mikro dengan molekul air dalam makanan.

Benarkah Microwave Menimbulkan Radiasi?

Ilustrasi Peralatan Memasak di Dapur

Ilustrasi Microwave. (FOTO/iStockphoto)

Jawaban singkatnya adalah ya, microwave memang memancarkan radiasi. Lantas, apakah microwave membuat makanan menjadi radioaktif? Untuk menjawabnya, kita harus paham tentang jenis radiasi yang dikeluarkan oleh alat dapur yang satu ini.

Menurut situs The European Food Information Council (EUFIC), perangkat microwave bekerja dengan menghasilkan gelombang mikro yang termasuk salah satu jenis radiasi elektromagnetik.

Perlu diketahui juga bahwa radiasi elektromagnetik ini dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan tingkat energinya, yaitu radiasi pengion dan radiasi non-pengion. Microwave sendiri diketahui dapat mengeluarkan radiasi, tapi radiasi microwave termasuk jenis non-pengion.

Radiasi non-pengion memiliki energi yang lebih rendah sehingga tidak mampu mengionisasi atom atau melepaskan elektron dari atom. Selain microwave, contoh lainnya adalah gelombang radio dan inframerah.

Sementara itu, radiasi pengion memiliki energi yang lebih tinggi dan mampu melepaskan elektron dari atom, contohnya sinar-X dan sinar gamma.

Apakah Microwave Membuat Makanan Menjadi Radioaktif?

Ilustrasi memasak dengan microwave

Ilustrasi memasak menggunakan microwave. Getty Images/iStockphoto

Situs U.S. Environmental Protection Agency (EPA) menegaskan bahwa anggapan tentang makanan akan menjadi radioaktif setelah dipanaskan dengan microwave adalah mitos.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, microwave menggunakan gelombang elektromagnetik berjenis radiasi non-pengion. Gelombang ini menembus makanan dan membuat molekul di dalamnya bergetar sehingga menghasilkan panas.

Radiasi ini pun hanya digunakan selama microwave beroperasi dan tidak tertinggal di dalam makanan setelah alat dimatikan, yang ada hanyalah makanan yang panas.

Ibarat lampu yang menyala dan dimatikan, yang tersisa hanyalah panas, sedangkan gelombang cahayanya sudah tidak ada. Jadi, apakah microwave membuat makanan menjadi radioaktif? Jawabannya adalah tidak.

Mitos Microwave Menyebabkan Kanker

Ilustrasi Sel Kanker

Ilustrasi Sel Kanker. Foto/iStockphoto

Banyak yang meyakini bahwa microwave bisa memicu kanker. Hal ini perlu diluruskan karena sampai saat ini tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa microwave bisa secara langsung menyebabkan kanker.

Dalam studi bertajuk Microwave Usage and Cancer: Do Microwaves Cause Cancer? juga ditegaskan bahwa gelombang microwave termasuk jenis radiasi non-ionisasi yang energinya hanya cukup untuk menggetarkan atau menggerakkan molekul (seperti molekul air).

Radiasi ini bahkan tidak memiliki energi yang cukup untuk melepaskan elektron maupun mengubah/merusak materi biologis seperti struktur DNA sel tubuh manusia.

Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa penggunaan microwave oven tidak menyebabkan kanker, baik melalui paparan radiasinya secara langsung maupun melalui produk makanan/minuman yang dipanaskan di dalamnya.

Risiko Terbentuknya Karsinogen pada Suhu Tinggi

Microwave memang tidak menyebabkan kanker, tapi tak bisa dipungkiri bahwa alat dapur ini bisa secara tidak langsung memicu penyakit tersebut jika cara memasak makanannya salah.

Sebagai contoh, menggunakan microwave pada suhu terlalu tinggi atau memanaskan makanan secara berlebihan bisa memicu pembentukan karsinogen pada makanan. Penggunaan wadah yang tidak tepat saat mengoperasikan microwave juga bisa berpengaruh.

Dikutip dari VeryWell Health, karsinogen yang terbentuk bisa berupa:

  • Akrilamida: Bisa terbentuk saat gula dan pati dalam makanan dipanaskan pada suhu tinggi.
  • Bisphenol A (BPA): Bahan kimia ini digunakan untuk membuat plastik menjadi keras dan bening. Jika menggunakan wadah plastik yang mengandung BPA saat memakai microwave, BPA dapat luruh ke dalam makanan saat dipanaskan.
  • Ftalat (Phthalates): Bahan kimia ini digunakan untuk membuat plastik menjadi lunak dan fleksibel. Sama seperti BPA, zat ini juga bisa larut ke dalam makanan jika dipanaskan.
Dengan demikian, kaitan antara microwave dan risiko kanker bisa terjadi secara tidak langsung. Risiko seperti ini pun tak hanya terjadi pada microwave, tapi juga cara memasak lainnya, khususnya jika menggunakan suhu tinggi.

Risiko Lain Penggunaan Microwave

midea microwave oven

Ilustrasi microwave. FOTO/midea

Jadi, microwave aman atau tidak? Secara umum, microwave dapat digunakan dengan aman selama dioperasikan sesuai petunjuk dan kondisinya masih baik. Meski begitu, penggunaan yang tidak tepat juga bisa menimbulkan beberapa risiko.

Risiko yang dimaksud tidak berkaitan dengan makanan yang menjadi radioaktif, melainkan lebih kepada risiko cedera, tingkat kematangan makanan, hingga kerusakan alat. Berikut penjelasannya:

1. Paparan Radiasi Akibat Microwave Rusak

EPA menjelasakan bahwa paparan gelombang microwave tingkat tinggi berpotensi menyebabkan luka bakar yang menyakitkan. Meski kasus cedera akibat radiasi microwave tergolong jarang, hal ini bisa saja terjadi apabila alat mengalami kerusakan.

Segel pintu yang rusak atau tidak terpasang dengan benar memungkinkan gelombang microwave keluar dari ruang pemanas. Layaknya makanan yang dipanaskan dalam microwave, anggota tubuh kita pun bisa “memanas” jika terkena radiasi gelombang tersebut.

2. Makanan Tidak Matang Merata

Salah satu masalah yang cukup umum dalam penggunaan microwave adalah makanan yang tidak panas secara merata. Gelombang microwave hanya dapat menembus makanan hingga kedalaman tertentu sehingga bagian luar bisa terasa panas, sementara bagian dalam mungkin masih dingin atau beku.

Kondisi ini perlu diwaspadai jika hendak memasak daging mentah dengan microwave. Jika bagian dalamnya kurang matang dan makanan tersebut langsung dikonsumsi, maka ada risiko keracunan makanan akibat mikroorganisme yang belum mati.

3. Cairan Bisa Mengalami Superheating dan Menyembur

Microwave dapat membuat air atau cairan menjadi sangat panas tanpa menunjukkan tanda-tanda mendidih layaknya merebus air di atas kompor. Ketika wadah berisi cairan tersebut dikeluarkan atau digerakkan, cairan dapat tiba-tiba meledak sehingga berpotensi menyebabkan luka bakar.

Risiko serupa juga bisa terjadi pada makanan tertentu, seperti telur atau kentang. Untuk mencegahnya, ikuti waktu pemanasan yang direkomendasikan pada kemasan atau gunakan pengaturan waktu yang tersedia pada microwave.

4. Kerusakan Microwave

Benda berbahan logam sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam microwave. Peralatan seperti wajan, alat makan berbahan logam seperti sendok dan garpu, aluminium foil, hingga benda kecil seperti pengikat kawat (twist tie) bisa berbahaya karena dapat memicu percikan api di dalam microwave.

Demikian penjelasan terkait microwave dan risikonya. Jadi, apakah microwave membuat makanan menjadi radioaktif? Jawabannya adalah tidak. Anggapan bahwa microwave bisa menyebabkan kanker juga merupakan mitos karena tidak terbukti secara ilmiah.

Butuh rekomendasi produk atau informasi menarik lain seputar peralatan elektronik? Cek melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Peralatan Elektronik

Baca juga artikel terkait PERALATAN DAPUR atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani