Pemilu Serentak 2024

Benarkah Jokowi Endorse Ganjar Pranowo & Erick Thohir untuk 2024?

Reporter: Irfan Amin, tirto.id - 11 Agu 2022 07:00 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Jokowi berjalan santai bersama Ganjar dan Erick Thohir di CFD Kota Solo. Benarkah Jokowi mengendorse Ganjar & Erick untuk 2024?
tirto.id - Gerak-gerik Presiden Joko Widodo menjelang Pemilu 2024 dianggap sebagai salah satu penanda arah politik. Meski tidak disampaikan secara tersirat, tapi publik berusaha menebak-nebak siapa yang akan 'dijagokan' Jokowi sebagai suksesornya. Terbaru, Jokowi berjalan santai bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Menteri BUMN, Erick Thohir di area Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo pada Minggu (7/8/2022).

Sejatinya tidak ada yang istimewa dari peristiwa tersebut. Posisi Ganjar sebagai gubernur Jawa Tengah memiliki kewajiban menyambut kepala negara, sedangkan Erick Thohir secara kebetulan memiliki agenda BUMN di Kota Solo. Namun karena keduanya selalu masuk bursa bakal calon presiden dari hasil riset sejumlah lembaga survei, momen tersebut dimaknai politis.

Pertemuan antara Jokowi, Ganjar, dan Erick juga diabadikan di masing-masing media sosial pribadi mereka. Jokowi nampak didampingi oleh istrinya Iriana, anaknya sekaligus Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dan cucunya Jan Ethes. Ganjar ditemani istrinya Atikoh. Sedangkan Erick hanya seorang diri.

Seperti dilansir dari Antara, sepanjang 2 kilometer Jokowi tidak menunjukkan percakapannya dengan Ganjar maupun Erick. Namun dia memilih untuk sibuk menyapa warga sembari membagikan balon atau susu kemasan kepada warga yang ikut CFD. Hal itu pun dilakukan Ganjar dan Erick. Keduanya berusaha menyapa dan juga menerima ajakan foto dari sejumlah warga.

Melihat dua kader PDIP berjalan bersama dan selalu dikaitkan dengan agenda politik Pemilu 2024, Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto angkat bicara. Menurutnya kegiatan yang dilakukan Jokowi, Ganjar, dan Erick hanya jalan-jalan biasa, tidak memiliki implikasi signifikan pada proses seleksi calon presiden di internal partainya.

Hasto menegaskan bahwa rekam jejak adalah kunci yang diutamakan dalam mencari bakal calon presiden. Sehingga keputusan utama dalam proses seleksi tetap diserahkan kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Pembahasan kepemimpinan 2024 akan dilakukan melalui dialog intens, mendalam, kontemplatif; bahkan tempatnya pun sangat khusus. Hal itulah yang nantinya akan dilakukan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri dan hal itulah yang beliau lakukan sebelum mencalonkan Pak Jokowi untuk Pemilu 2014 dan 2019," kata Hasto pada Senin (8/8/2022).

Meski tidak mengakui adanya endorsement politik antara Jokowi kepada Ganjar, namun Hasto tetap menyebut bahwa Ganjar adalah salah satu dari 4 kader terbaik yang dianggap layak menjadi bakal calon presiden.

“Jadi kalau kami lihat di PDI Perjuangan ini, kan, banyak tokoh-tokoh yang berkaliber di tingkat nasional, ya. Tadi disebutkan misalnya Mbak Puan sebagai Ketua DPR RI, kemudian ada Bu Risma, kemudian Pak Ganjar, ada Pak Anas. Bahkan Pak Anas ini sebagai Kepala LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa) membuat banyak terobosan yang membanggakan PDI Perjuangan dalam kepemimpinan Pak Anas, misalnya," kata dia.



Di sisi berbeda, Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto justru mengapresiasi langkah Jokowi yang nampak semakin dekat dengan Ganjar dan terutama Erick Thohir. Hal itu dikarenakan Erick adalah kandidat calon presiden terkuat dari PAN dalam proses pemilihan raya.

“Pak Erick itu di setiap acara PAN selalu hadir, sangat dekat dengan PAN. Dan sering ketemu kader PAN dan obrolannya nyambung. Kalau Pak Erick trennya naik dan diendorse oleh Pak Jokowi, kami tentu merasa senang," kata Yandri di Gedung DPR pada Selasa (9/8/2022).

Meski senang nama Erick ikut terangkat karena Jokowi, namun Yandri belum bisa menyebutkan bahwa Menteri BUMN itu akan menjadi bakal calon presiden yang diusung partainya.

“Kami senang karena semakin membuat Pak Erick lebih dikenal dan diminati. Meski demikian kontestasi adalah sebuah proses pemilihan dan keterwakilan itulah yang menjadi minat masyarakat dan itu yang dicari," jelasnya.

Yandi menambahkan, “Sekali lagi saya tidak bisa berandai-andai, dan ada mekanisme dalam PAN, dan itu masih panjang prosesnya.”

Sementara itu, Ketua Relawan GP (Ganjar Pranowo) Mania, Immanuel Ebenezer menyebut, jalan santai Jokowi, Ganjar, dan Erick tidak ada yang istimewa. Baginya belum menunjukkan rekomendasi politik yang signifikan. Meski demikian, para relawan berkeyakinan bahwa Jokowi tetap mendukung Ganjar, mengingat kedekatan dan angka survei yang saat ini selalu tinggi.

“Kalau kami melihat itu acara biasa saja, dan jadi luar biasa karena kehadiran Pak Jokowi dan ditemani Mas Ganjar yang seorang gubernur dan tentunya berkewajiban mendampingi kepala negara," jelasnya.

“Meski demikian apa pun yang terjadi, saya yakin Pak Jokowi akan memilih Mas Ganjar dan ini tetap tidak bisa direkayasa karena melihat dari elektabilitas Mas Ganjar adalah harapan bangsa saat ini, selain itu Pak Jokowi juga berharap capres yang bisa melanjutkan legacy yang telah dibangunnya," ungkapnya.


Siasat Promosi Politik Penerus Jokowi di Tengah Area CFD

Dosen Psikologi Politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Abdul Hakim menilai, aksi jalan bersama antara Jokowi, Ganjar, dan Erick di tengah CFD Kota Solo menjadi strategi efektif untuk promosi politik. Salah satu indikator efektifnya adalah respons publik yang bisa langsung ditangkap karena antusias acara.

“Pak Jokowi punya intuisi kuat dalam menangkap aspirasi publik dari pengamatan langsung di lapangan. Hal itu bisa diketahui dari reaksi peserta CFD terhadap kehadiran Ganjar dan Erick Thohir. Sehingga momen CFD yang santai dan informal bisa menjadi cara melihat antusiasme publik kepada dua tokoh tersebut," kata Hakim.

Bahkan menurut Hakim, endorsement Jokowi hingga saat ini masih memiliki pengaruh kuat kepada bakal calon presiden. Hal itu terbukti saat rapat kerja nasional relawan Projo di Magelang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Endorsement halus Pak Jokowi kepada Ganjar beberapa waktu lalu di rakernas relawan Jokowi di Magelang terbukti mampu mengerek elektabilitas Ganjar, dari kisaran 20% ke angka sekitar 30%," terangnya.

Dalam pengamatan Hakim, Jokowi memiliki 3 kriteria yang akan ditetapkan kepada penerusnya. Antara lain: memiliki elektabilitas tinggi, memiliki kemampuan teknokratis, dan diterima oleh partai politik dan relawan.

“Di beberapa kesempatan, presiden mengisyaratkan akan mendukung capres yang mau dan mampu melanjutkan agenda politik dan pembangunannya," ungkapnya.

Hal sama juga disampaikan Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. Ia menyebut bahwa siapapun yang akan dipromosikan oleh Jokowi pasti dari satu partai yang sama, yaitu PDIP.

“Siapapun nanti yang akan diendorse tidak mungkin presiden akan beda pilihan dengan PDIP. Karena dia lahir dan besar dari PDIP. Adapun Erick Thohir ikut didukung karena memiliki kedekatan dengan jagoan yang dia dukung," terangnya.


Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin
(tirto.id - Politik)

Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Abdul Aziz

DarkLight