Menuju konten utama

Benarkah Eks Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Tewas?

Diberitakan sebelumnya, eks Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tewas dalam serangan AS-Israel. Namun, info terbaru menyebut Mahmoud masih hidup.

Benarkah Eks Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Tewas?
Mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berbicara kepada media setelah mendaftarkan pencalonannya untuk pemilihan presiden Iran mendatang di Teheran pada 2 Juni 2024. AFP/ ATTA KENARE
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Eks Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad dikabarkan tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Benarkah?

Kabar mengenai tewasnya Mahmoud Ahmadinejad salah satunya diberitakan oleh media Amerika, New York Post, yang mengutip laporan media Israel Ma’ariv.

Laporan tersebut menyebut Ahmadinejad tewas dalam serangan udara Israel pada awal operasi militer di Iran yang dimulai pada 28 Februari kemarin.

Disebutkan bahwa ia berada dalam tahanan rumah saat sebuah serangan terarah menghantam kediamannya. Namun, saat kabar itu beredar, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Iran.

Benarkah Mahmoud Ahmadinejad Tewas karena Serangan AS-Israel?

Beberapa jam setelah ramai diberitakan Ahmadinejad tewas, laporan berbeda muncul dari Anadolu Agency (AA), kantor berita resmi milik negara Turki.

Seorang penasihat dekat Ahmadinejad menyatakan bahwa mantan presiden tersebut dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka.

Menurut sumber itu, yang berbicara secara anonim, sebuah bangunan yang terkait dengan tim pengamanan Ahmadinejad memang terkena serangan dan tiga pengawalnya yang merupakan anggota IRGC tewas.

Pernyataan ini membantah laporan sebelumnya yang menyebut ia tewas, sehingga hingga kini statusnya menjadi bagian dari perang informasi di tengah konflik bersenjata.

“Saya masih berhubungan dengannya. Semuanya baik-baik saja,” kata penasihat tersebut.

“Sebuah bangunan yang terkait dengan tim keamanannya diserang kemarin. Tiga pengawalnya—anggota IRGC (Korps Garda Revolusi Islam)—telah tewas. Kediamannya sendiri tetap tidak terpengaruh dan tidak menjadi sasaran, berjarak 100 meter dari bangunan itu,” tambah sumber tersebut.

Siapa Mahmoud Ahmadinejad?

Mahmoud Ahmadinejad merupakan presiden keenam Iran yang menjabat dari 2005 hingga 2013. Ia naik ke tampuk kekuasaan dari posisi Wali Kota Teheran dan secara mengejutkan mengalahkan tokoh senior Akbar Hashemi Rafsanjani dalam pemilu 2005.

Masa kepemimpinannya dikenal penuh kontroversi. Pemilu ulangnya pada 2009 memicu gelombang protes besar yang dikenal sebagai “Green Movement”, yang kemudian ditekan keras oleh aparat keamanan dalam salah satu krisis politik terbesar sejak Revolusi Islam 1979.

Di tingkat internasional, Ahmadinejad menjadi simbol sikap keras Iran terhadap Barat, terutama terkait program nuklir.

Selama masa jabatannya, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan beberapa putaran sanksi terhadap Iran, yang semakin memperburuk isolasi ekonomi negara itu.

Ia juga dikenal luas karena retorikanya terhadap Israel dan pernyataannya mengenai Holocaust. Pada 2006, pemerintahannya menjadi tuan rumah konferensi di Teheran yang secara luas dikecam sebagai forum penyangkalan Holocaust.

Dalam konferensi bertajuk “A World Without Zionism”, ia mengutip pendiri Republik Islam, Ruhollah Khomeini, yang menyebut Israel sebagai “rezim pendudukan Yerusalem” dan “kanker yang harus dihapus dari peta”.

Pernyataan-pernyataan ini memicu kecaman internasional, meski para pendukungnya berargumen bahwa terjemahan dan konteksnya diperdebatkan.

Kebijakan dalam negerinya juga kontroversial. Program perumahan besar-besaran Mehr dan reformasi subsidi energi menuai kritik karena dianggap memperparah inflasi dan salah kelola ekonomi.

Basis politik Ahmadinejad sangat dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan milisi Basij, yang berperan penting dalam mempertahankan kekuasaannya serta menekan oposisi.

Ia juga pernah menjadi bahan sorotan internasional saat berbicara di Columbia University, New York, pada 2007, ketika menyatakan tidak ada homoseksual di Iran yang memicu tawa dan kritik luas.

Dalam tahun-tahun terakhirnya, Ahmadinejad justru berselisih dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa kali dilarang mencalonkan diri kembali sebagai presiden.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra