tirto.id - Eskalasi konflik bersenjata pascatewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memicu pembalasan keras dari militer Iran. Gelombang serangan udara Teheran menargetkan jantung pertahanan Israel, hingga mengakibatkan puluhan bangunan di Tel Aviv hancur lebur.
Berdasarkan pembaruan laporan Al Jazeera pada Minggu (1/3/2026) siang waktu Indonesia, eskalasi serangan Iran menimbulkan kerusakan massal di wilayah Israel dan memaksa ratusan warga mengungsi.
"Lebih dari 200 penduduk telah dievakuasi dari rumah mereka ke tiga hotel di Tel Aviv setelah sedikitnya 40 bangunan rusak dalam serangan Iran pada hari Sabtu, media berita Israel Haaretz melaporkan," tulis Al Jazeera, dikutip Tirto, Minggu (1/3/2026).
Manuver mematikan ini merupakan bentuk kemarahan Teheran atas tewasnya Khamenei beserta para pejabat tinggi keamanan mereka.
Pasukan elite Iran secara resmi mengumumkan penargetan fasilitas militer koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Timur Tengah.
"Korps Garda Revolusi Iran bersumpah untuk membalas dendam dan mengatakan telah meluncurkan serangan ke 27 pangkalan yang menampung pasukan AS di Timur Tengah, serta fasilitas militer Israel di Tel Aviv. Ledakan terus terdengar di Qatar dan UEA," lapor Al-Jazeera.
Operasi balasan Iran meluas jauh melampaui perbatasan Israel. Serangan balasan Iran telah menargetkan aset-aset Israel dan AS di beberapa negara Timur Tengah, termasuk Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak.
Di tengah kekacauan baku serang tersebut, sejumlah negara di kawasan terpaksa menutup wilayah udara mereka. Uni Emirat Arab (UEA) menjadi salah satu negara yang digempur secara masif.
Kementerian Pertahanan UEA telah mengatakan Iran menembakkan 137 rudal dan 209 pesawat tak berawak ke negara itu pada hari Sabtu. Serangan itu memakan korban jiwa dan mengganggu operasional penerbangan vital internasional.
"Sedikitnya satu orang tewas dan tujuh terluka selama apa yang oleh pihak berwenang disebut sebagai "insiden" di bandara Abu Dhabi. Bandara Dubai, yang tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional, juga terkena serangan," ujar Al-Jazeera.
Menghadapi amuk Teheran, Tel Aviv tidak tinggal diam dan mengklaim terus menggempur titik-titik vital musuh.
Angkatan udara Israel mengatakan telah menjatuhkan lebih dari 1.200 amunisi ke Iran selama sehari terakhir dalam serangan gabungannya dengan AS.
Bahkan, Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terbuka jika Iran terus mengeskalasi serangan balasan.
"Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bahwa mereka akan diserang "dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya" jika mereka menyerang "sangat keras hari ini"," ungkap Al-Jazeera.
Di sisi lain, operasi militer koalisi AS-Israel telah merenggut nyawa masyarakat sipil Iran, termasuk anak-anak di sebuah institusi pendidikan.
Di antara situs yang diserang di Iran adalah sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan di Iran selatan, di mana setidaknya 148 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka.
Tragedi tersebut memicu kecaman keras dari jajaran kabinet Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan puluhan anak tak berdosa dibunuh dalam serangan di sekolah tersebut, yang "tidak akan dibiarkan begitu saja" oleh Iran.
Guna menjaga stabilitas pascagugurnya pucuk pimpinan tertinggi negara, Teheran langsung membentuk tim transisi kepemimpinan.
"Pemerintah Iran mengatakan sebuah dewan sementara, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, akan mengawasi negara itu sampai pemimpin tertinggi baru terpilih. Media pemerintah Iran mengatakan sedikitnya 201 orang tewas dalam serangan di 24 provinsi," lapor Al-Jazeera.
Insiden tewasnya Khamenei juga memantik gelombang kemarahan massal di sejumlah negara. Ribuan Muslim Syiah telah bergabung dalam demonstrasi jalanan di Kashmir yang dikelola India untuk memprotes pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Kericuhan fatal yang turut pecah di negara tetangga itu, menargetkan fasilitas diplomatik Washington.
Layanan penyelamatan Edhi Pakistan telah mengatakan enam orang tewas dan beberapa terluka dalam kerusuhan yang pecah di dekat konsulat AS di Karachi.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa massa sempat mencoba menyerbu misi diplomatik AS di kota tersebut hingga berujung bentrok dengan kepolisian setempat.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































