tirto.id - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman merespons dorongan para pelaku pasar agar lebih banyak saham di pasar modal Indonesia yang jadi konstituen indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Menurutnya, hal tersebut tak menjadi target maupun indikator kinerja utama (key performance indicators) jajaran BEI.
Ia juga meminta agar pelaku pasar berpikir sebaliknya, di mana indeks MSCI yang membutuhkan peran BEI untuk menyeleksi saham yang menghuni indeks tersebut "Pertanyaannya, MSCI target siapa? Bukan target saya," ucap Iman saat ditemui di gedung BEI, Senin (11/8/2025).
Menurut Iman, target BEI adalah membawa perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi pasar jumbo untuk bisa melantai di bursa (IPO lighthouse). Dengan demikian, investor di pasar modal memiliki pilihan lebih bervariasi atas saham-saham berfundamental baik.
"Target kita, kan, ada lighthouse.Bukan hanya jumlah, gitu. Makanya kita bicara enggak hanya cuma 60 (pipeline IPO).Tapi berapa yang lighthouse.Tujuannya apa sih?Sehingga investor kita dapat barang juga yang lebih bagus, begitu," jelasnya.
"Apakah saya tergantung dengan MSCI? MSCI tergantung gua. Terbalik," tuturnya, sembari mengamini soal dampak berkurangnya bobot perusahaan-perusahan Indonesia di MSCI terhadap keluarnya dana asing dari Indonesia. "Ya pasti (ada outflow)," tuturnya.
Sebagai informasi, bobot investasi asing di Indonesia terus berkurang seiring dengan turunnya jumlah konstituen MSCI dari pasar modal Indonesia. Pada 2025, bobot saham-saham Indonesia di MSCI tercatat hanya sekitar 1,5 persen dari total 17 saham yang berada pada indeks tersebut—turun dari 28 saham pada 2019.
MSCI sendiri baru-baru ini mengumumkan hasil rebalancing atau perubahan saham konstituennya untuk edisi Agustus 2025. Dari hasil kocok ulang tersebut, dua saham Indonesia berhasil masuk ke dalam MSCI Global Standard Indexes, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Sementara itu, saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) terdepak dari indeks utama dan dipindahkan ke kategori MSCI Small Cap Indexes. Di Indeks MSCI Small Cap sendiri, terdapat penambahan di mana MBMA dan PNLF dihapus dalam daftar penghuni indeks. Dengan demikian, Small Cap Indexes kini diisi oleh AADI, ADRO, KPIG, PTRO, RATU, dan TAPG.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































