Menuju konten utama

Kapitalisasi Pasar Saham Syariah Cetak Rekor, Tembus Rp8.485 T

Kapitalisasi pasar saham hingga 8 Agustus 2025 tercatat senilai Rp13.555 triliun, naik 9,88 persen (ytd).

Kapitalisasi Pasar Saham Syariah Cetak Rekor, Tembus Rp8.485 T
Saham 4 Emiten. FOTO/tangkapan layar youtube/Indonesia Stock Exchange

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, kapitalisasi pasar saham syariah telah mencapai Rp8.485,79 triliun sejak awal tahun sampai 8 Agustus 2025 (year to date/ytd). Nilai tersebut melonjak 24,33 persen dari posisi di 2024 yang senilai Rp6.825,31 triliun.

Sementara itu, indeks harga saham syariah pada perdagangan Jumat (8/8/2025) ditutup di level 254,39, membuatnya meningkat 17,96 persen (ytd). Pun, posisi tersebut juga lebih tinggi dibandingkan posisi indeks harga saham syariah pada 2024 yang senilai 215,65.

"Terkait dengan pasar modal syariah, data-data juga menunjukkan hal yang sangat menggembirakan. Ini karena dari Indeks Saham Syariah Indonesia atau ISSI per 8 Agustus ditutup pada level 254 poin atau meningkat 17,9 (persen) year-to-date-nya, dengan market cap-nya sebesar Rp8,485 triliun atau meningkat sebesar 24,33 (persen)," papar Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek dan Pemeriksaan Khusus OJK, I. B. Aditya Jayaantara, dalam Konferensi Pers, di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (11/8/2025).

Di sisi lain, pada periode yang sama, Indeks Harga Saham (IHSG) ditutup menguat 6,41 persen (ytd) pada perdagangan Jumat kemarin, di level 7.533,39. Posisi itu lebih tinggi dari penutupan perdagangan 30 Desember 2024 yang ada di angka 7.079,91.

Sejalan dengan itu, nilai kapitalisasi pasar saham hingga 8 Agustus 2025 tercatat senilai Rp13.555 triliun, naik 9,88 persen (ytd).

"Kemudian, dari sisi penghimpunan dana di pasar modal melalui penawaran umum, sampai dengan 8 Agustus, jadi OJK telah memberikan (izin) efektif kepada 128 PT, dengan nilai penawaran umum sekitar Rp145 triliun. Dari 128 penawaran umum tersebut, 16 di antaranya merupakan emiten baru, 14 (di pasar) saham dan 2 emiten EBUS (Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk)," lanjut Aditya.

Seiring dengan peningkatan tersebut, BEI lantas menargetkan hingga 2029 akan ada 1.200 emiten yang melantai di Bursa. Kemudian, di akhir kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, BEI juga menarget nilai kapitalisasi pasar perusahaan yang tercatat di Bursa dapat mencapai Rp20 ribu triliun.

Menurut Direktur Utama BEI, Iman Rachman, target-target tersebut perlu dicapai untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen di 2029.

"Ini juga dilakukan terus aja dengan mempertimbangkan adanya jumlah perusahaan-perusahaan yang masuk lighthouse (perusahaan mercusuar). Jadi kita tidak bicara hanya jumlah tapi juga bicara kualitinya. Kalau kita bicara ini bukan hanya angka tapi dalam angka hitungan untuk mencapai, mensupport GDP 8 persen bahwa target perusahaan kita di 2029 adalah 1.200," kata Iman dalam kesempatan yang sama.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana