tirto.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan bahwa kabar yang beredar mengenai penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi frontier market oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) adalah tidak benar.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menyebut informasi tersebut sebagai kekeliruan yang dapat meresahkan investor.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sebuah tangkapan layar yang beredar di pasar, seolah-olah MSCI telah mengeluarkan pengumuman resmi terkait penurunan kelas tersebut.
"Kemarin kita ikuti bersama ada informasi yang tidak akurat beredar di pasar terkait dengan tangkapan layar. Seolah-olah ada pengumuman MSCI bahwa Indonesia ditempatkan di frontier market. Yang ternyata itu adalah informasi yang salah," kata Jeffrey dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026).
Di tengah kondisi market saat ini, Jeffrey mengimbau para pelaku pasar untuk lebih cermat dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.
"Kami tentu sangat berharap investor bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat. Kami sekali lagi menghimbau agar investor cek dan cross cek atas informasi yang beredar di pasar sebelum mengambil keputusan," ujarnya.
Lebih lanjut, Jeffrey menyatakan bahwa BEI memiliki keyakinan tinggi Indonesia akan tetap mempertahankan statusnya sebagai emerging market. Keyakinan itu didasarkan pada sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan bursa dan otoritas terkait.
"Terkait dengan MSCI, yang dapat kami sampaikan adalah bahwa dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap di emerging market," kata dia.
Sebelumnya, beredar tangkapan layar seolah-olah dokumen resmi MSCI yang memasukkan indeks saham Indonesia ke dalam daftar negara frontier market bersama dengan Tunisia dan Vietnam.
Indonesia terdepak dari daftar indeks saham emerging market yang diisi oleh Cina, India, Korea, Filipina, Qatar, Arab Saudi, Taiwan, Thailand, dan Uni Emirat Arab.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































