Menuju konten utama

Banyak Mesin Parkir di Jakarta Rusak karena Masalah Suku Cadang

Pemprov Jakarta akan mengganti mesin Terminal Parkir Elektronik (TPE) yang rusak dengan komponen suku cadang dalam negeri.

Banyak Mesin Parkir di Jakarta Rusak karena Masalah Suku Cadang
Seorang pria membayar parkir dengan kartu uang elektronik di Terminal Pembayaran Elektronik (TPE) di Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Senin (24/10). UP Perparkiran Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan pembayaran parkir secara elektronik di sepanjang Jalan Juanda mulai 24 Oktober 2016 setelah sebelumnya diterapkan di Jalan KH Agus Salim. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/aww/16.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta, Syafrin Liputo, mengakui banyak mesin Terminal Parkir Elektronik (TPE) milik Pemprov Jakarta yang mengalami kerusakan.

Syafrin menyebut mesin TPE yang dibangun pada 2016 di 201 titik di Jakarta itu mulai mengalami kerusakan suku cadang atau spare part sejak 2018-2019.

“Ya, memang mesin terminal parkir elektronik ini dibangun tahun 2016. Total sebanyak 201 titik. Dan kemudian, ini mesin dari Swedia ya. Mereknya Calle. Dan tentu ada kendala dari spare part. Sehingga sejak tahun 2018-2019 ini terkendala spare part-nya,” ujar Syafrin saat ditemui di Mal Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (24/4/2025).

Syafrin berharap nantinya mesin-mesin itu dapat diperbaiki dan dilakukan pemutakhiran. Kata Syafrin, mesin-mesin itu juga akan menggunakan komponen-komponen dalam negeri agar perawatannya lebih mudah.

“Tentu ke depan kami harapkan bisa melakukan perbaikan dan ada pemutakhiran. Sehingga pemanfaatan komponen dalam negeri itu lebih diutamakan,” ucap Syafrin.

“Sehingga nantinya ini selain keandalannya dijamin dan juga pasokan spare part [terjamin] karena komponen dalam negeri itu lebih baik,” lanjutnya.

Syafrin mengatakan saat ini Dishub Jakarta tengah melakukan uji coba penerapan mesin TPE buatan lokal sebagai pengganti mesin TPE yang lama.

“Kalau ini sudah ternyata cukup bagus, otomatis kami akan masifkan penggantian secara keseluruhan,” jelas Syafrin.

Atas kerusakan mesin-mesin TPE itu, Syafrin menyebut telah terjadi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. Hal ini diakibatkan transaksi tarif parkir dibayarkan ke juru parkir (jukir) secara manual.

“Begitu TPE-nya rusak, maka kembali lagi secara manual transaksi melalui jukir. Akibatnya tentu penurunan pendapatan itu pasti terjadi,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan Provinsi Jakarta, Adji Kusambarto, menyebut pendapatan parkir Pemprov Jakarta turun dari semula Rp18 miliar menjadi hanya Rp8,9 miliar.

"Saat ini banyak TPE yang sudah tidak berfungsi," kata Adji Kusambarto di gedung DPRD Jakarta, Selasa (22/4/2025), dikutip dari Antara.

Adji menambahkan, saat ini dari 201 TPE yang ada pada 31 ruas jalan di Jakarta, hanya tersisa 64 mesin yang masih berfungsi.

Ia merinci bahwa mesin TPE saat ini tersebar di Jakarta Pusat sebanyak 62 unit dengan perincian 23 aktif dan 39 rusak, di Jakarta Barat terdapat 74 mesin, dimana 19 mesin masih aktif sedangkan 55 lainnya rusak.

"Jakarta Selatan ada 49 mesin, 18 aktif dan 31 rusak. Jakarta Timur 16 unit empat aktif 12 rusak," katanya.

Baca juga artikel terkait PARKIR atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto