tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mencatat jumlah pengungsi yang terus bertambah akibat hujan deras di Kota Makassar. Berdasarkan data terakhir Tim Reaksi Cepat BPBD Makassar, jumlah pengungsi di Makassar bertambah menjadi 878 jiwa dari 239 kepala keluarga yang tersebar di 15 titik pengungsian.
"Titik pengungsian tersebar di beberapa tempat seperti masjid, sekolah hingga posyandu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahir, di Makassar, Kamis (26/2/2026) dikutip dari Antara.
Sejak terjadinya cuaca ekstrem, BPBD Makassar telah menerjunkan seluruh personel TRC yang disebar di titik-titik terdampak untuk memastikan keselamatan warga. Personel BPBD secara sigap juga telah melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan, melakukan asesmen cepat, serta memastikan tidak ada korban jiwa.
"Kami juga terus memantau tinggi muka air melalui sistem EWS dan AWLR,” ujarnya.
BPBD juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Peralatan evakuasi, termasuk perahu karet dan perlengkapan keselamatan juga terus disiagakan apabila terjadi peningkatan debit air.
Hingga saat ini, kata Fadli, situasi secara umum aman dan terkendali. Namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada dan menghindari jalur dengan genangan tinggi.
Apalagi, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah IV Makassar juga telah merilis potensi curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan yang prakiraan berlangsung sejak 24 Februari hingga 1 Maret 2026.
Maka dari itu, pemangku kebijakan dan masyarakat Sulsel diharapkan agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bergerak cepat dalam setiap kondisi kebencanaan demi melindungi masyarakat.
Pemprov Sulsel Kerahkan Tim Tagana & Dinsos

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Sulsel diterjunkan. Langkah ini untuk mendukung Tagana Kota Makassar dalam menjangkau warga terdampak di beberapa lokasi banjir, khususnya di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea.
“Dinas Sosial Provinsi melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar turun langsung membantu penanganan banjir. Tim Tagana Provinsi mensupport Tagana Kota Makassar untuk menjangkau para korban terdampak,” kata Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Kamis dikutip dari Antara.

Selain membantu evakuasi dan pelayanan warga terdampak, Tim Tagana Provinsi Sulsel juga mendirikan tenda pengungsian untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat. Salah satu tenda didirikan di wilayah Blok 10 Antang sebagai lokasi penampungan sementara bagi warga yang terdampak.
Berdasarkan laporan kegiatan Tim Dinas Sosial dan Tagana Sulsel pada penanganan banjir di Kota Makassar tanggal 24 Februari 2026, sejumlah langkah telah dilakukan di lapangan, pemasangan tenda serbaguna, distribusi logistik ke dapur umum dan posko pengungsian, serta koordinasi penanganan pengungsi bersama Dinas Sosial Kota Makassar.
Andi Sudirman mengatakan Tim Pemprov akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar dan seluruh pihak terkait guna memastikan penanganan korban banjir berjalan optimal.
“Mohon doanya kami akan terus membantu masyarakat terdampak melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait agar penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Masuk tirto.id

































