Menuju konten utama

Bahlil Ungkap Penyebab Adanya Antrean BBM di Sejumlah Daerah

Kata Bahlil, penyebab antrean BBM terjadi karena peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi RON 92 dan RON 95 ke BBM subsidi.

Bahlil Ungkap Penyebab Adanya Antrean BBM di Sejumlah Daerah
Sejumlah pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah membentuk satuan tugas (Satgas) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi guna memastikan penyalurannya berjalan tertib, tepat sasaran, tepat volume, dan tepat manfaat sebagai tindak lanjut atas banyaknya antrean kendaraan di sejumlah SPBU di daerah tersebut. ANTARA FOTO/Arnas Padda/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto turut memberikan atensi terhadap antrean panjang pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah daerah, termasuk yang tengah ramai di Makassar, Sulawesi Selatan.

Bahlil mengatakan kondisi tersebut telah dilaporkannya langsung kepada Prabowo dan diperintahkan agar persoalan itu segera ditertibkan.

"BBM secara stok nasional kan dalam standar minimum kebutuhan nasional kita di angka 18 sampai 20 hari. Dan yang terjadi kemarin di Makassar alhamdulillah sudah bisa terurai. Dan sudah selesai dan saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden," kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Soal arahan Prabowo atas persoalan tersebut, Bahlil menegaskan pemerintah harus segera menertibkan antrean.

"Arahannya harus segera kita tertibkan. Karena kita tahu bahwa pemerintah itu kan regulator. Implementasi di lapangan itu kan adalah Pertamina. Jadi saya melakukan koordinasi terus dengan Pertamina," ujar Bahlil.

Bahlil mengungkap sejumlah penyebab antrean panjang tersebut. Pertama, adanya peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi RON 92 dan RON 95 ke BBM subsidi.

Kedua, temuan kepolisian soal sejumlah kendaraan yang sengaja dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar untuk membeli BBM subsidi dalam jumlah banyak.

"Kondisi kemarin itu kan ada memang yang shifting dari pemakaian BBM yang tadinya memakai RON 92, 95, yang nonsubsidi, ada sebagian ke subsidi. Tapi juga, ada saudara-saudara kita yang memang, harus diakui berdasarkan temuan dari polisi, itu sengaja membuat tangkinya besar. Ada yang 700 liter, ada yang 1 ton, kemudian diisi dengan mobil yang baik, dengan mobil Pajero, dan segala macam. Jadi itu salah satu di antara yang membuat antrean," kata Bahlil.

Ia juga menyinggung faktor kenaikan harga minyak dunia yang turut mendorong masyarakat beralih ke BBM subsidi.

"Kita tahu bahwa harga dunia sekarang kan lagi tidak dalam kondisi baik-baik saja. Sekarang sudah mencapai 100 lebih, 100 dolar lebih per barel. Jadi pasti berdampak pada harga nasional, di mana harga subsidi kita tidak ada kita naikkan. Jadi pasti orang akan memilih ke sana," katanya.

Bahlil mengimbau masyarakat mampu agar tidak ikut mengambil jatah BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.

"Maksud saya adalah, saudara-saudara kita yang mampu, yang memakai mobil bagus, ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil jelang mengikuti rapat paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Kompleks Istana Kepresidenan bersama Presiden Prabowo.

"Hari ini kami akan melakukan rapat paripurna dengan seluruh anggota Dewan Energi Nasional. Dewan Energi Nasional ini ketuanya Bapak Presiden Prabowo, dan saya sebagai ketua harian. Kemudian ada anggota DEN yang lain dari pemangku kepentingan, dari utusan masyarakat, akademisi, dan beberapa menteri sebagai anggota DEN," katanya.

Ia menjelaskan, rapat paripurna tersebut merupakan agenda rutin karena dalam setahun terdapat dua kali rapat bersama Dewan Energi Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.

"Ini menjadi agenda rutin karena dalam setahun ada dua kali sidang yang dipimpin oleh Bapak Presiden Prabowo dalam DEN. Selebihnya rapat-rapat lainnya itu dipimpin langsung oleh ketua harian," ujarnya.

Baca juga artikel terkait KELANGKAAN BBM atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto