tirto.id - Longsor melanda Desa Shidaguan, Kota Diexi, Kabupaten Mao, Provinsi Sichuan, China, pada Rabu (16/9/2026). Meski jalan raya utama terblokir, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Dalam video yang diunggah South China Morning Post, Kamis (17/9/2026), terlihat material tanah dalam jumlah besar runtuh dari lereng dan menerjang kawasan Desa Shidaguan.
Longsor tersebut dilaporkan telah menyebabkan jalan raya utama terblokir, namun beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan.
Sebelumnya, pemerintah telah mengidentifikasi adanya lereng yang tidak stabil di kawasan tersebut. Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 161 warga yang berada di area berisiko telah dievakuasi hingga akhir Agustus, sebelum longsor terjadi.
Setelah longsor, kondisi air dari wilayah hulu juga menjadi perhatian karena berpotensi menambah risiko di kawasan terdampak. Namun, menurut informasi, aliran sungai berhasil dialihkan oleh pihak berwenang sehingga air dari hulu tidak menimbulkan bahaya.
突发!今天下午1点左右,四川茂县突然发生大型山体滑坡,整座山直接冲进了河里,据说岷江都被堵断流了。
— ranran (@ranranyk) September 16, 2026
事发地旁边就是正在施工的川汶高速隧道,目前具体影响和有没有人员伤亡还不清楚。
看现场视频真的太吓人了,希望所有人都平安!🙏 pic.twitter.com/9NvmwcE6UI
Bencana Lain yang Terjadi di China Sebelumnya
Sebelum longsor besar di Sichuan pada Rabu kemarin, beberapa kawasan di China mengalami bencana lain, seperti:
1. Gempa 5,5 Magnitudo di Sichuan
Pada 29 Juni 2026, gempa berkekuatan 5,5 magnitudo mengguncang Kabupaten Gaoxian, Kota Yibin, Provinsi Sichuan, pada pukul 00.12 waktu setempat. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 6 kilometer.The Straits Times (29/6/2026) melaporkan sebanyak 13 orang mengalami luka ringan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sedangkan 196 warga dievakuasi ke tempat aman. Pemerintah setempat kemudian mengaktifkan respons darurat Level III untuk menangani dampak gempa.
2. Longsor di Chongqing Tewaskan Delapan Orang
Pada 17 Juli 2026, longsor besar terjadi di Kabupaten Pengshui, Chongqing, China barat daya. Longsor yang dipicu hujan tersebut terjadi sekitar pukul 09.08 waktu setempat dan membawa material batu serta tanah hingga menimbun lebih dari 10 bangunan tempat tinggal.Sedikitnya delapan orang meninggal dunia dan 34 orang dinyatakan hilang, sedangkan lebih dari 1.100 warga dievakuasi. Sepuluh orang berhasil diselamatkan dari timbunan, termasuk dua orang yang mengalami luka serius.
Operasi pencarian melibatkan lebih dari 800 penyelamat, tetapi terhambat kondisi medan yang masih tidak stabil dan risiko longsor susulan, dikutip PBS (17/7/2026).
3. Banjir Bandang di Perbatasan China-Nepal
Bencana besar lainnya terjadi pada 26 Agustus 2026 di kawasan Himalaya yang menghubungkan Nepal dan wilayah Tibet, China. Diduga runtuhnya gletser memicu aliran deras yang membawa batu, es, lumpur, dan material lainnya ke sistem sungai pegunungan, menyebabkan banjir bandang dan kerusakan luas.Dampaknya sangat besar terutama di Nepal, sedangkan wilayah China juga terdampak. Laporan CNA (27/8/2026) menyebut ratusan orang tewas dan hampir 1.000 orang hilang. Perkembangan selanjutnya menunjukkan jumlah korban di kedua negara meningkat secara signifikan.
Hingga pertengahan September, Reuters (15/9/2026) melaporkan 43 orang meninggal dan 519 orang masih belum ditemukan di sisi China, sedangkan di Nepal jumlah korban jauh lebih besar.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































