Menuju konten utama

BGN Sebut Banyak Kasus Keracunan MBG Dipicu Lauk dan Sayur Rusak

Temuan itu berdasarkan pemantauan Sudaryono setelah 50 hari menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

BGN Sebut Banyak Kasus Keracunan MBG Dipicu Lauk dan Sayur Rusak
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengatakan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak disebabkan oleh kerusakan makanan, terutama lauk dan sayuran. Temuan itu berdasarkan pengamatan Sudaryono selama 50 hari menjabat sebagai Kepala BGN.

"Sampai dengan sejauh ini saya, kan, 50 hari ya jadi kepala BGN, kasus adanya gangguan kesehatan karena MBG banyak sekali terjadi karena faktor rusaknya makanan itu lauk dan sayur," ujar Sudaryono, usai mengikuti rapat di Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, (17/9/2026).

Menurut Sudaryono, dari jenis lauk yang digunakan dalam MBG yakni protein hewani seperti ayam, telur, ikan, dan daging menjadi salah satu bahan yang mendapat perhatian khusus.

"Mau masaknya benar kalau bahan bakunya sudah busuk ya enggak enggak tetap saja," katanya.

Oleh karenanya, BGN juga tengah menyiapkan sistem semacam marketplace untuk pengadaan bahan baku, khususnya protein hewani. Sistem tersebut ditujukan untuk memastikan bahan yang dibeli memiliki kualitas baik dan harga yang wajar.

Menurutnya, mekanisme tersebut juga diperlukan untuk mencegah praktik markup atau ketidaksesuaian antara kualitas bahan yang dipesan dan barang yang diterima.

"Ini harus kami eliminasi semua ya. So far memang kami secara tahapan sudah kami lakukan yang tidak sesuai sudah kami tutup," kata Sudaryono.

Selain itu, BGN juga telah mengeluarkan orang-orang yang dinilai tidak kompeten dalam mengelola dapur MBG.

Hingga saat ini, Sudaryono menyebut pemeriksaan dapur terus dilakukan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dapur yang memenuhi standar akan tetap beroperasi, sedangkan yang tidak memenuhi persyaratan akan diperbaiki atau ditutup.

Baca juga artikel terkait KASUS KERACUNAN atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama