









tirto.id - Banjir bandang dahsyat melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, Cina, pada Rabu (26/8/2026) memasuki hampir satu pekan. Otoritas penanggulangan bencana Nepal melaporkan sedikitnya 1.252 orang meninggal dunia dan lebih dari 4.000 orang hilang per Kamis (3/9/2026).
Dalam video-video yang tersebar di media sosial, terlihat bagaimana kawasan perbatasan Nepal dan Tibet tiba-tiba dilanda banjir bandang. Bencana tersebut terjadi setelah material batu, es, dan air dalam jumlah besar bergerak dari kawasan pegunungan Himalaya menuju lembah.
Sejumlah laporan awal sempat mengaitkan bencana dengan gempa bumi, namun analisis lanjutan menunjukkan bahwa getaran yang tercatat kemungkinan berasal dari energi seismik akibat longsor besar.
Tim SAR saat ini masih menghadapi tantangan besar karena ada material tumpukan sampah debris hingga lebih dari 2,2 juta ton di tengah upaya evakuasi korban. Proses evakuasi makin dipersulit dengan banyaknya material sisa bangunan dan puing-puing yang memenuhi aliran sungai dan wilayah terdampak lainnya.
Kondisi terkini, proses evakuasi masih berpacu dengan waktu karena melihat banyaknya jumlah korban yang hilang dan material yang harus dibersihkan.
Teks: tirto.id
FOTO: AFP
Editor: Maya Saputri
Masuk tirto.id































