Menuju konten utama

Karhutla Makin Parah, Jutaan Warga Terdampak Kabut Asap

Kekeringan El Nino picu ribuan titik api di lahan gambut Sumatra & Kalimantan.

Karhutla Makin Parah, Jutaan Warga Terdampak Kabut Asap
Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin memberikan aba-aba kepada rekannya saat melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Minggu (16/8/2026). Petugas gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin, Daops Sumatera XII-Muara Tebo, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, TNI dan Polri berhasil memadamkan kebakaran lahan yang terjadi sejak siang tersebut. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom.
2026/08/23/antarafoto-kalimantan-tengah-siaga-darurat-kebakaran-hutan-dan-lahan-1787469853.jpg
Foto udara memperlihatkan asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Selasa (4/8/2026). Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 31 Oktober 2026, sementara hingga 3 Agustus 2026 luas karhutla di Kalimantan Tengah telah mencapai 1.715,14 hektare dalam 907 kejadian. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/tom.
2026/08/23/antarafoto-pemadaman-kebakaran-lahan-di-pulau-semambu-ogan-ilir-1787469210.jpg
Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin menarik selang air untuk memadamkan kebakaran lahan di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Minggu (16/8/2026). Petugas gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin, Daops Sumatera XII-Muara Tebo, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, TNI dan Polri berhasil memadamkan kebakaran lahan yang terjadi sejak siang tersebut. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom.
2026/08/23/antarafoto-pemadaman-kebakaran-lahan-perkebunan-sawit-di-sungai-rambutan-1787469220.jpg
Foto udara api membakar lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Jumat (14/8/2026). Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan mencatat luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan periode Januari-Juli 2026 mencapai 1.926,2 hektare yang terdiri dari 1.857,7 hektare terjadi di lahan mineral dan 68,5 hektare di lahan gambut, sementara untuk menanggulangi karhutla di wilayah Sumatera Selatan itu dikerahkan sebanyak 16 regu personel Manggala Agni dari Sumsel serta dua regu BKO dari Jambi. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU
2026/08/23/antarafoto-kebakaran-lahan-di-kertapati-palembang-1787469240.jpg
Api membakar lahan di Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (11/8/2026). Petugas dari Manggala Agni Sumatera XVI-Lahat masih berupaya melakukan pemadaman di daerah tersebut. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/bar
2026/08/23/antarafoto-luas-karhutla-di-kalbar-capai-38-ribu-hektare-1787472298.jpg
Personel Yonif TP 882/Hulubalang melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali menyala di lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026). BNPB mencatat luas lahan di Kalimantan Barat yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 38.310,89 hektare, yang berpotensi menimbulkan bencana asap di sejumlah kabupaten/kota di provinsi setempat. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/wsj.
2026/08/23/antarafoto-polisi-segel-lokasi-karhutla-1787472391.jpg
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026). Penyegelan dilakukan guna memastikan penyebab terjadinya kebakaran lahan yang diduga dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab untuk membuka lahan dengan cara membakar. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/YU
2026/08/23/antarafoto-kebakaran-lahan-gambut-di-perbatasan-kendari-dan-konawe-selatan-1787472389.jpg
Foto udara api membakar lahan gambut di Desa Lalowiu, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (22/8/2026). Kebakaran pada lahan gambut seluas 3.000 meter persegi yang terletak diperbatasan Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari tersebut berhasil dipadamkan dengan mengerahkan dua unit mobil Damkar Kota Kendari, satu unit mobil Damkar Kabupaten Konawe Selatan dan satu unit mobil Rantis Karhutlah Polda Sultra. ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU
2026/08/23/antarafoto-bencana-kabut-asap-di-palembang-dampak-karhutla-1787472300.jpg
Sejumlah warga berolahraga di atas Jembatan Ampera yang tertutup kabut asap saat pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/8/2026). Berdasarkan citra satelit Himawari-9 yang dipantau BMKG pada Minggu (23/8) pukul 10:00 WIB, terdeteksi terjadi sebaran asap di wilayah Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selata, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua Selatan akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di daerah tersebut, dan menyebabkan jarak pandang di Kota Palembang pada pagi hari kurang dari 50 meter sedangkan kualitas udara masuk dalam kategori Berbahaya pada malam dan pagi hari. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
2026/08/23/antarafoto-kebakaran-lahan-di-kertapati-palembang-1787469224.jpg
Api membakar lahan di Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (11/8/2026). Petugas dari Manggala Agni Sumatera XVI-Lahat masih berupaya melakukan pemadaman di daerah tersebut. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/bar

tirto.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini terjadi ketika sejumlah wilayah Indonesia memasuki musim kemarau. Skala kasus karhutla bahkan jauh lebih besar jika dilihat secara nasional. Mulai dari Aceh Barat hingga Papua Barat Daya, kasus karhutla meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Data Kemenko Polkam mencatat luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas sejak Januari hingga 9 Agustus 2026 mencapai 48.889,69 hektare. Kalimantan Barat menjadi wilayah terparah dengan 28.680,47 hektare, disusul Riau 15.551,76 hektare, Kalimantan Tengah 3.069,52 hektare, Sumatra Selatan 664,87 hektare, Jambi 540 hektare, dan Kalimantan Selatan 383,07 hektare.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Rabu (12/8/2026) menunjukkan lonjakan titik panas (hotspot). Di Kalimantan Barat, jumlah titik panas naik dari 98 menjadi 136 titik dibanding hari sebelumnya. Kalimantan Tengah meningkat dari 29 menjadi 78 titik, dan Kalimantan Selatan dari 10 menjadi 31 titik. BMKG juga mendeteksi indikasi asap lintas batas (transboundary haze) yang bertiup dari Kalimantan Barat menuju Sarawak.

Kabut asap ini bahkan telah mencapai Kuala Lumpur pada Selasa (11/8/2026), mengurangi jarak pandang di sekitar Menara Merdeka dan kawasan bisnis. Otoritas meteorologi Malaysia pun mengimbau warga membatasi aktivitas luar ruangan akibat penurunan kualitas udara akibat asap kiriman tersebut.

Beberapa kota dan kabupaten di Indonesia yang saat ini terdampak parah karhutla dan kabut asap terutama di Kalimantan dan Sumatra. Data BNPB dan Kemenkes, lebih dari 3 juta warga di 37 kab/kota dari 7 provinsi terpapar langsung.

FOTO: ANTARA FOTO TEXT: tirto.id

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Dadan Gustian

Oleh: Dadan Gustian
Editor: Maya Saputri