tirto.id - Letnan Jenderal (Letjen) TNI Iwan Setiawan ditunjuk jadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) yang baru. Secara resmi, ia ditunjuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Selasa (6/10/2026). Bagaimana rekam jejak Iwan sebagai tentara?
Sebelumnya, penunjukkan Iwan Setiawan sebagai Pangkostrad itu telah dikonfirmasi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Dalam keterangannya pada Rabu (7/10), Maruli menyebut bahwa Iwan telah dilantik jadi Pangkostrad.
“Kemarin baru ada surat, bareng dengan pangdam baru,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Sebagaimana diungkap Maruli, penunjukkan Iwan sebagai Pangkostrad itu berlangsung bersamaan dengan pergantian struktur pejabat panglima komando daerah militer (pangdam). Maruli menjelaskan bahwa ada enam pangdam baru yang turut ditunjuk Agus Subiyanto.
Penunjukkan Iwan sebagai Pangkostrad baru ini terjadi ketika isu pergantian calon Panglima TNI berembus. Namun, Maruli membantah jika penunjukkan Iwan berkaitan dengan isu tersebut.
Menurut Marulis, perubahan pejabat Pangkostrad kali ini merupakan rotasi biasa dalam organisasi TNI AD. Terlebih, katanya, Letjen Mohammad Fajar telah menjabat sebagai Pangkostrad selama dua tahun.
“Biasa kan organisasi, sudah bertugas dua tahun. Kita biasa pergantian,” katanya.
Profil Letjen Iwan Setiawan dan Rekam Jejaknya
Sebelum kini menjabat Pangkostrad, Iwan Setiawan dikenal sebagai salah satu perwira tinggi yang bertugas di TNI AD. Ia merupakan perwira dengan rekam jejak di satuan infanteri.
Iwan menjadi tentara setelah lulus dari Akademi Militer pada 1992. Ketika lulus dari akademi, karier militernya dimulai dari Pusat Kesenjataan Infanteri. Di sana ia ditempatkan selama satu tahun.
Dari gugus tugas bidang pembinaan itu, Iwan kemudian ditempatkan sebagai perwira infanteri pada Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 1993.
Kopassus menjadi tempat Iwan meniti tangga karier pada awal periode dinas militernya. Sepanjang periode 1990-an, ia menjadi bagian dari unit militer elite TNI AD itu.
Hal tersebut bahkan membuat Iwan pernah bersinggungan dengan Prabowo Subianto. Ketika Prabowo sedang menjabat Danjen Kopassus, Iwan ikut dalam tim pendakian Gunung Everest yang dibuat Prabowo.
Rekam jejaknya di Kopassus kemudian membuat Iwan bisa menapaki tangga karier militer lebih jauh lagi. Terlebih setelah ia mengikuti Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad) pada 2007.
Sejak itu, kariernya pun meningkat. Ia sempat menjadi Komandan Brigif 22/Ota Manasa pada 2012-2013; Komandan Korem 173/Praja Vira Braja pada 2020-2021; juga Waaslat Kasad Bidang Kermamil pada 2021-2022.
Pada 2022, Iwan mendapatkan promosi. Kala itu ia ditunjuk jadi Komandan Jenderal Kopassus. Jabatan ini diemban Iwan hingga 2023, sebelum ia menjadi Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura di Kalimantan Barat.
Setelah menjabat Pangdam di Kalimantan Barat, tugas Iwan di militer kembali berubah pada 2025. Tepatnya pada Oktober 2025 ia ditunjuk sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri atau Pussenif di bawah Mabes TNI AD.
Jabatan itu kemudian diemban Iwan hingga 2026. Kini ia baru saja ditunjuk Panglima TNI untuk menjadi Pangkostrad yang baru.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































