Menuju konten utama

Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel, Bahlil Jamin BBM Tak Naik

Bahlil memastikan harga BBM subsidi tak naik hingga akhir 2026 meski minyak dunia menembus 106 dolar AS per barel.

Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel, Bahlil Jamin BBM Tak Naik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). tirto.id/Qonita Azzahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga 31 Desember 2026.

Menurut dia, pemerintah pusat akan mempertahankan harga BBM subsidi hingga akhir tahun, meski harga minyak dunia kian meningkat. Kebijakan itu disebut dilakukan untuk menjaga kepastian harga BBM bagi masyarakat.

"Untuk harga [BBM] subsidi, harga subsidi sampai dengan 31 Desember [2026], berapa pun harganya [minyak] di dunia, tidak akan kita naikkan," ujarnya dalam kegiatan Innovation Technology for Social & Environmental Awards di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Bahlil, pemerintah pusat sebelumnya telah melakukan berbagai perhitungan untuk menjaga harga BBM subsidi di tengah kondisi geopolitik yang belum menentu. Kini, harga minyak dunia disebut telah mencapai 106 dolar AS per barel.

Sementara itu, rata-rata harga minyak dari Januari hingga September 2026 disebut berada di kisaran 85-90 dolar AS per barel.

Angka tersebut berada di atas asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang disebut senilai 70 dolar AS per barel.

Di sisi lain, Bahlil menyinggung kenaikan harga BBM nonsubsidi yang membuat sebagian masyarakat yang sebelumnya tidak menggunakan BBM jenis Pertalite beralih menggunakan BBM jenis tersebut.

"Masalahnya sekarang adalah banyak orang yang awalnya tidak memakai minyak subsidi, sekarang pindah ke [BBM] subsidi. Ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar," ucapnya.

Bahlil menambahkan, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang sedang diperhatikan pemerintah. Karena itu, antrean pembelian BBM di sejumlah lokasi pun diklaim tidak seluruhnya disebabkan persoalan cadangan nasional.

Ia turut memastikan cadangan BBM nasional masih berada di atas standar minimal, yakni 20 hari. Sementara itu, pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi, meski kebutuhan BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari.

Sedangkan nilai lifting minyak berada di kisaran 600 ribu-610 ribu barel per hari.

"Saya selalu mengumumkan bahwa stok BBM kita itu selalu di atas standar minimum nasional 20 hari. Karena standar minimum nasional kita seperti itu," sebut Bahlil.

"Jadi bayangkan berapa subsidi kita, Bapak, Ibu semua, putar otak lagi," lanjut dia.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana