Menuju konten utama

Militer Yaman Totalitas Perangi Houthi, Posisi Strategis Direbut

Militer Yaman mengeklaim telah merebut posisi strategis yang berada di sekitar Selat Bab el-Mandeb. Selat ini strategis sebagai jalur distribusi minyak.

Militer Yaman Totalitas Perangi Houthi, Posisi Strategis Direbut
Kota Sanaa Yaman. foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional mengumumkan niat berperang habis-habisan melawan kelompok bersenjata Houthi pada Minggu (4/10/2026). Sehari berselang, sejumlah wilayah strategis di Yaman diklaim telah direbut dari kendali Houthi.

Menukil Al Jazeera, klaim perebutan kembali wilayah strategis itu diumumkan pihak militer Yaman pada Senin (5/10). Militer negara itu mengeklaim mampu merebut kembali kendali distrik Dhubab dan posisi-posisi penting dekat Selat Bab el-Mandeb.

“Pasukan dari Pasukan Perisai Tanah Air dan Brigade Raksasa melakukan operasi militer skala besar dengan dukungan udara untuk menargetkan posisi dan pergerakan milisi Houthi di beberapa wilayah distrik,” kata militer Yaman yang didukung Arab Saudi pada Senin.

Pernyataan seorang sumber militer anonim yang dikutip oleh kantor berita Yaman, Saba, menjelaskan operasi itu berhasil merebut kendali sejumlah wilayah penting. Hal itu, katanya, terutama terkait kendali jalur pelayaran via Selat Bab el-Mandeb.

“Selama operasi, mereka maju dan merebut posisi-posisi penting — memutus jalur pasokan dan jalan menuju Bab el-Mandeb,” katanya.

Kelompok bersenjata Houthi yang didukung Iran juga disebut mengalami kehilangan masif dalam operasi perebutan kendali tersebut. Banyak pejuang tewas sementara beberapa lainnya terluka. Peralatan militer mereka juga hancur atau rusak, kata sumber tersebut.

Kantor berita Saba melaporkan serangan ini bagian dari operasi militer Yaman untuk “terus menyisir dan mengamankan daerah-daerah yang telah dibebaskan dan memutus jalur pasokan ke milisi teroris Houthi”.

Tak hanya diserang militer Yaman, Houthi juga dilaporkan telah menerima serangan udara berskala besar dari koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi pada Minggu. Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menyebut serangan itu melibatkan 100 jet tempur.

Mayor Jenderal al-Maliki menyatakan serangan tersebut memberikan “perlindungan udara” di Selat Bab el-Mandeb. Ratusan target Houthi disebutnya berhasil dihancurkan.

Serangan turut dilakukan ke Ibu Kota Yaman, Sanaa. Kota Sanaa sebelumnya telah dikuasai Houthi selama lebih dari satu dekade terakhir.

Meski begitu, pertempuran dan dampak serangan ini belum terverifikasi secara independen.

Pemerintah Yaman Siap Perang Habis-habisan

Pertempuran untuk merebut kembali sejumlah wilayah dari kendali Houthi ini terjadi selang sehari setelah pernyataan agresif Presiden Yaman Rashad al-Alimi pada Minggu. Al-Alimi, dalam pidato yang disiarkan televisi, menyebut pihaknya siap melakukan perang habis-habisan melawan milisi yang didukung Iran tersebut.

“Hari ini, saya mengumumkan dimulainya operasi militer untuk merebut kembali wilayah republik yang masih belum dikuasai serta memperluas kewenangan negara dan lembaga-lembaganya ke seluruh wilayah nasional,” kata al-Maliki.

Konflik di Yaman sebelumnya telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kelompok Houthi yang didukung Iran pertama kali melakukan pemberontakan pada 2004 lalu dan sejak itu berhasil merebut kendali sejumlah wilayah Yaman secara militer.

Di sisi lain, Pemerintah Yaman yang diakui secara militer telah berupaya untuk menghalau pemberontakan yang dilakukan Houthi. Upaya ini dilakukan bertahun-tahun dengan bantuan militer dari koalisi negara sekutu yang dipimpin Arab Saudi.

Sejak Perang Amerika Serikat (AS)-Iran pecah pada Februari lalu, konflik ini telah meluas. Dalam beberapa bulan terakhir, Houthi telah memperluas pengaruh mereka di Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran penting bagi distribusi komoditas energi Saudi setelah ditutupnya Selat Hormuz di Teluk Persia.

Perluasan pengaruh itu telah membuat Houthi dan militer Saudi saling berbalas serangan. Houthi dilaporkan menyerang fasilitas perusahaan minyak milik Kerajaan Saudi, Aramco, sebagai balasan atas serangan-serangan militer Saudi terhadap basis milisi tersebut.

Baca juga artikel terkait PERANG YAMAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar