tirto.id - Arab Saudi menggempur wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok Southern Transitional Council (STC) di Yaman. Salah satunya di Provinsi Hadramaut, yang berbatasan dengan Arab Saudi pada Jumat (2/1/2026).
Dikutip dari Al Jazeera, tujuh orang tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka dalam serangan udara Saudi di al-Khashaa, menurut Mohammed Abdulmalik pemimpin STC di Wadi Hadramout dan Hadramout.
Arab Saudi juga menyerang Pelabuhan Mukalla yang diduga menjadi jalur masuk pasokan senjata ke Yaman. Saudi juga menuding UEA mengirim senjata untuk kelompok separatis di Yaman.
Bagaimana Arab Saudi dan UEA terlibat dalam konflik Yaman?
Berikut timeline konflik di Yaman hingga intervensi Arab Saudi dan UEA.
2011 - Arab Spring Gelombang Arab Spring memicu demonstrasi menentang Presiden Ali Abdullah Saleh. Ia mundur pada 2012, digantikan Abd Rabbuh Mansur Hadi.
2014 - Houthi Kuasai Sanaa
Kelompok pemberontak Houthi (didukung Iran) merebut ibu kota Sanaa dan Pemerintahan Hadi kehilangan kendali atas wilayah utara Yaman.
Awal 2015 - Houthi Bubarkan Parlemen
Houthi merebut istana presiden dan menjadikan Presiden Hadi sebagai tahanan rumah. Lalu Houthi membubarkan parlemen dan bentuk pemerintahan transisi.
Maret 2015 - Intervensi Saudi-UEA
Hadi berhasil melarikan diri ke Aden (selatan Yaman) dan meminta intervensi asing. Arab Saudi dan UEA memimpin koalisi mendukung Hadi dan berhasil menguasai Aden.
2016 - Perang dan Krisis Kemanusiaan
Koalisi Saudi menggempur wilayah yang dikuasai Houthi. Saudi fokus serangan udara, UEA memperkuat pasukan darat dan milisi lokal. Perang ini menyebabkan ribuan warga sipil tewas dan kelaparan massal. Yaman juga menghadapi wabah kolera terburuk dalam sejarah modern.
2018-2020 - Koalisi Arab Pecah
Di Selatan, kelompok separatis yang awalnya pro-Hadi mulai memberontak. Separatis merebut Aden dari pasukan pro-Hadi dan membentuk Southern Transitional Council (STC) yang didukung UEA.
Di utara, Saudi terus menggempur Houthi. Namun, pandemi COVID-19 dan krisis ekonomi mendorong Riyadh mengumumkan gencatan senjata sepihak pada April 2020.
2022 - Gencatan Senjata dan PLC
Pada April 2022, pihak-pihak utama yang bertikai dalam konflik Yaman mengumumkan gencatan senjata. Beberapa hari kemudian, Hadi, mengumumkan pengunduran diri.
Pemerintah Yaman dilanjutkan dengan pembentukan Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC). Rashad al-Alimi sebagai presiden dan Wakilnya Aidarus al-Zoubaidi dari STC. Pemerintahan ini didukung Saudi dan diakui internasional.
2025 - Konflik Memanas
Arab Saudi menyerang Pelabuhan Mukalla yang diduga menjadi jalur masuk pasokan senjata ke STC yang didukung UEA. Saudi juga menyerang kamp STC guna merebut wilayah yang sudah dikuasai kelompok tersebut.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id
































