tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengakui sempat menerima kabar kelangkaan LPG 3 kg atau gas melon di sejumlah daerah di Jawa Timur, salah satunya Tuban. Namun, dia memastikan masalah ini sudah rampung karena pemerintah telah melakukan operasi pasar di daerah-daerah tersebut.
“Emang saya cek di Kabupaten Tuban. (Di Jawa Timur) ada 2 atau 3 kabupaten (yang mengalami kelangkaan LPG 3 kg), tapi sudah clear. Kami lakukan operasi pasar,” bebernya kepada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Kelangkaan gas melon di Tuban, Jawa Timur, ini dikabarkan telah terjadi selama lima hari belakangan. Karena kelangkaan ini, ratusan warga terpaksa mengantre panjang di sejumlah pangkalan LPG sejak pukul 07.00 WIB.
Sayangnya, karena kehabisan stok, banyak warga yang harus pulang dengan tangan kosong.
Selain mengalami kelangkaan, harga gas LPG 3 kg di tingkat pengecer di wilayah tersebut juga melonjak hingga Rp30.000 per tabung. Padahal, harga jual gas melon di pangkalan masih berkisar Rp18.000 per tabung.
Karena fenomena ini, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menjelaskan pihaknya sudah menyalurkan stok 1.200 tabung LPG 3 kg tambahan ke wilayah Tuban.
“Kita menambah 12.000 tabung LPG 3 kg untuk operasi pasar, extra doping yang dilakukan di Kabupaten Tuban,” ujar Iwan, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, kelangkaan gas melon ini terjadi karena adanya lonjakan konsumsi. Selain itu, pada saat libur Lebaran 2026, Pertamina juga tidak melakukan penyaluran ke wilayah tersebut.
“Di Tuban memang terjadi kelangkaan (LPG 3 kg). Ada pola konsumsi yang melonjak dari kewajaran. Kebetulan, memang ada hari libur, yang Kebetulan biasanya kita tidak melakukan penyaluran. Maka, untuk mengatasinya kami melakukan penyaluran,” lanjut Iwan.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id







































