Menuju konten utama

Bagaimana Hukum Sholat Tarawih 4 Rakaat 1 Salam?

Sholat tarawih bisa dilakukan dengan 4 rakaat 1 salam. Bagaimana hukumnya? Apakah ada dalilnya? Bagaimana tata cara mengerjakan?

Bagaimana Hukum Sholat Tarawih 4 Rakaat 1 Salam?
Ilustrasi Salat Berjamaah. (FOTO/iStockphoto)

tirto.id - Salah satu formasi sholat tarawih ialah 4 rakaat 1 salam. Bagaimana hukumnya? Apakah ada dalilnya? Lalu, bagaimana tata cara sholat tarawih 4 rakaat 1 salam?

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 sudah memutuskan 1 Ramadan 1445 H bertepatan dengan hari Senin, 11 Maret 2024. Kalangan Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki. Mereka mulai sholat tarawih pada Minggu, 10 Maret 2024.

Sedangkan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menggelar Sidang Isbat pada hari Minggu, 10 Maret 2024, di Jakarta, untuk menentukan awal Ramadhan 1445 H.

Sholat tarawih memiliki beberapa formasi pilihan. Salah satunya ialah memakai skema 4 rakaat 1 salam. Hal ini dikerjakan sebanyak 2 kali hingga total mencapai 8 rakaat.

Beberapa dalil dapat ditemukan untuk membenarkan formasi sholat tarawih 4 rakaat 1 salam. Kendati demikian, beberapa kalangan ulama memiliki perbedaan pendapat. Simak penjelasan lengkap.

Bagaimana Hukum Shalat Tarawih 4 Rakaat 1 Salam?

Formasi shalat tarawih selama bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan menggunakan skema 4-4-3. Artinya, tarawih dikerjakan 4 rakaat 1 salam sebanyak 2 kali gelombang. Kemudian ditutup shalat witir 3 rakaat sekaligus.

Cara ini berdasarkan sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang bersumber dari Aisyah radhiallahu ‘anha. Sebagaimana mengutip laman Muhammadiyah, isi hadis tersebut adalah sebagai berikut:

"Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah melakukan salat sunah pada Ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian, beliau salat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau salat lagi tiga rakaat (witir),".

Berangkat dari isi hadis di atas, dapat diperoleh penjelasan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan shalat sunah bulan Ramadhan dengan jumlah bilangan 11 rakaat. Rinciannya adalah 4 rakaat sebanyak 2 kali. Lantas shalat witir 3 rakaat.

Selain formasi 4-4-3, skema tarawih lainnya adalah 2-2-2-2-2-1. Maknanya, shalat tarawih dilakukan dengan 2 rakaat 1 salam sebanyak 4 kali hingga total tetap mencapai 8 rakaat.

Kemudian, ditutup shalat witir 3 rakaat dengan cara 2 rakaat 1 salam terlebih dahulu kemudian 1 rakaat 1 salam. Pendapat ini didukung oleh sebuah hadis riwayat Muslim dari Ibn Abbas. Isi lengkap hadis tersebut adalah sebagai berikut:

"Aku berdiri di samping Rasulullah, kemudian Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan dipegangnya telinga kananku dan ditelitinya, lalu Rasulullah salat dua rakaat kemudian dua rakaat lagi, lalu dua rakaat lagi, dan kemudian dua rakaat, selanjutnya Rasulullah salat witir, kemudian Rasulullah tiduran menyamping sampai Bilal menyerukan azan. Maka bangunlah Rasulullah dan salat dua rakaat singkat-singkat, kemudian pergi melaksanakan saalat subuh,".

Dalam versi lain, hadis riwayat Bukhari dari Aisyah menjelaskan, Aisyah r.a. berkata:"Pernah Rasulullah SAW shalat pada waktu antara Isya’, dan Subuh, – yang dikenal orang dengan istilah ‘atamah”, sebanyak sebelas raka’at, yaitu beliau salam pada tiap-tiap dua rakaat, dan beliau shalat witir satu raka’at," [HR. Muslim].

Tata Cara Shalat Tarawih 4 Rakaat 1 Salam

Shalat tarawih 4 rakaat 1 salam bisa dilakukan sendiri maupun dengan cara jemaah di rumah, masjid, atau mushola. Meskipun demikian, yang paling utama adalah bersama-sama alias jemaah.

Sebelum memulai, shalat tarawih diawali dengan membaca niat. Bacaan niat berbeda-beda tergantung dari posisi: sendirian, makmum, dan imam.

Berikut adalah bacaan niat shalat tarawih 4 rakaat sesuai dengan posisi:

Niat Salat Tarawih 4 Rakaat Sendirian

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ َارْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatat tarawiihi arba'ata rakaatin mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya berniat salat sunah Tarawih empat rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT."

Niat Salat Tarawih 4 Rakaat Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ َارْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatat tarawiihi arba'ata rakaatin mustaqbilal qiblati adaan makmuman lillahi ta'ala"

Artinya: "Saya berniat salat sunah Tarawih empat rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT."

Niat Salat Tarawih 4 Rakaat Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ َارْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatat Tarāwīhi arbaata rakaatin mustaqbilal qiblati adā’an imaman lillāhi ta‘ālā."

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih empat rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT,".

Setelah memahami posisi masing-masing, kemudian dilanjutkan mengerjakan sholat tarawih. Berikut adalah tata cara lengkap shalat tarawih 4 rakaat 1 salam:

  • Melafalkan niat salat tarawih 4 rakaat sesuai posisi.
  • Mengucap takbir saat takbiratul ihram, sambil membaca niat dalam hati.
  • Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan salah satu surah dalam Al-Qur'an.
  • Rukuk.
  • Iktidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
  • Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua.
  • Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan salah satu surah dalam Al-Qur'an.
  • Rukuk.
  • Iktidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat ketiga.
  • Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat ketiga.
  • Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan salah satu surah dalam Al-Qur'an.
  • Rukuk.
  • Iktidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat keempat.
  • Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat keempat.
  • Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan salah satu surah dalam Al-Qur'an.
  • Rukuk.
  • Iktidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Duduk tasyahud akhir.
  • Salam.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2024 atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus