Menuju konten utama

Dalil tentang Salat Tarawih Formasi 4-4-3 & Keutamaannya

Dalil shalat tarawih 4 4 3 ditemukan dalam hadis. Simak cara melakukan shalat tarawih 4 4 3 beserta keutamaannya saat dikerjakan secara berjamaah.

Dalil tentang Salat Tarawih Formasi 4-4-3 & Keutamaannya
Ilustrasi Salat. foto/Istockophoto

tirto.id - Dalil shalat tarawih 4 4 3 dibutuhkan sebagai landasan bahwa ibadah tersebut dilakukan sesuai sunnah. Apakah dasar alasan penggunaan formasi salat tarawih 4 4 3?

Salat tarawih menjadi ibadah sunah yang hanya ada di bulan Ramadan dalam kalender kamariah. Salat ini dapat dilakukan sejak masuknya 1 Ramadan pada malam hari hingga berakhirnya bulan puasa tersebut.

Kendati salat tarawih bersifat sunah, namun umat Islam sangat dianjurkan bisa melaksanakannya. Ada berbagai keutamaan jika melaksanakannya. Salat tarawih dapat dikerjan berjamaah atau pun sendirian (munfarid).

Apakah Boleh Salat Tarawih 4-4-3?

Shalat tarawih formasi 4-4-3 rakaat merupakan salah satu bentuk shalat tarawih yang banyak digunakan di Indonesia. Jika menggunakan formasi tersebut, salat tarawih dikerjakan sebanyak 11 rakaat dan sudah termasuk salat witir.

Formasi 4-4-3 rakaat akan melaksanakan salat tarawih sebanyak 8 rakaat. Dari total tersebut pelaksanaannya dibagi ke dalam dua kali salat yang masing-masing 4 rakaat sekali salam. Setelah itu, ibadah diakhiri dengan salat witir 3 rakaat sekali salam.

Formasi salat tarawih 4-4-3 diperbolehkan pelaksanaannya. Meski demikian, ada pula perbedaan pendapat bahwa formasi 2-2-2-2-2--1 rakaat untuk salat tarawih lebih dianjurkan sebagian ulama.

Dalil Shalat Tarawih 11 Rakaat Formasi 4-4-3

Dalil shalat tarawih 4 4 3 memiliki dasar berupa hadis riwayat Aisyah, istri Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Aisyah mengatakan:

“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melakukan salat sunnah di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat 4 rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian beliau shalat lagi 4 rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat 3 rakaat.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim)

Dalam dalil ini dijelaskan, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menjalankan salat tarawih 4 rakaat dengan satu salam sebanyak dua kali. Salat tarawih kemudian disambung dengan salat witir 3 rakaat dengan satu salam sebagai salat malam penutup.

Mengutip laman Fatwa Tarjih Muhammadiyah, Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim mengatakan salat malam dengan empat rakaat boleh sekali salam. Ia mengungkapkan salam sesudah empat rakaat menerangkan hukum boleh (jawaz).

Adapun ahli hadis Nashiruddin Al-Albani berkomentar atas perkataan An-Nawawi melalui bukunya Shalatut-Tarawih seperti berikut:

“Dan sungguh benar ucapan Imam an-Nawawi rahimahullah itu, maka mengenai pendapat ulama-ulama Syafi’iyyah bahwa wajib salam tiap dua raka’at dan bila shalat empat raka’at dengan satu salam tidak sah, sebagaimana terdapat dalam kitab fiqih mazhab empat itu dan uraian al-Qasthallani terhadap hadis al-Bukhari dan lainnya, hal itu menyalahi hadis (Aisyah) yang shahih itu serta menafikan terhadap ucapan (pendapat) an-Nawawi yang mengatakan hukum boleh (jawaz) itu. Padahal an-Nawawi salah seorang ulama besar ahli tahqiq dalam mazhab Syafi’i, hal itu tidak bisa ditolerir (dibenarkan) bagi siapapun juga berfatwa menyalahi ucapan beliau itu."

Keutamaan Shalat Tarawih 11 Rakaat

Keutamaan shalat tarawih formasi 4-4-3 sama seperti formasi lainnya. Setidaknya ada tiga keutamaan yang diperoleh oleh orang muslim yang menjalankannya, yaitu:

1. Diampuni dosa-dosa yang telah lalu

Pengampunan dosa akan diberikan Allah untuk muslim yang menjalankan salat tarawih. Dalilnya yaitu hadis dari Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

2. Pahala salat tarawih berjamaah seperti salat semalam penuh

Muslim yang menjalankan salat tarawih berjamaah dan bersama dengan imamnya sampai berakhir, ia mendapatkan pahala setara salat semalam penuh. Dasarnya adalah hadis dari Abu Dzar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya lantas bersabda:

“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An Nasai no. 1605, Tirmidzi no. 806, Ibnu Majah no. 1327, Ahmad, dan Tirmidzi)

3. Salat tarawih adalah salat sunah utama

Ditegaskan oleh para ulama Hanabilah dari mazhab Hambali, seutama-utamanya salat sunah yaitu yang dianjurkan pelaksanaanya dengan berjamaah. Salat ini menyerupai salat fardu dan yang lebih utama lagi adalah salat rawatib. Adapun salat sunah yang dianjurkan dikerjakan berjamaah yaitu salat gerhana (kusuf) dan salat tarawih.

Baca juga artikel terkait SHALAT TARAWIH atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Edusains
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Ibnu Azis