tirto.id - Kalangan Muhammadiyah biasa menjalankan ibadah puasa sesuai dengan keputusan PP Muhammadiyah yang ditetapkan setiap menjelang Ramadan. Artinya, warga Muhammadiyah juga mendirikan ibadah salat Tarawih pada malam 1 Ramadhan berdasarkan keputusan tersebut.
Keputusan tentang hari pertama Tarawih organisasi Islam ini kerap memiliki perbedaan dengan pendapat pemerintah maupun Nahdlatul Ulama (NU). Perbedaan ini terjadi lantaran setiap pihak memiliki metode penghitungan waktu Ramadan tersendiri.
Sehubungan dengan itu, hukum mengerjakan salat Tarawih adalah sunah muakadah karena tidak wajib tetapi dianjurkan. Lantas, apa doa setelah sholat Tarawih Muhammadiyah?
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih Muhammadiyah
Dalam melaksanakan salat sunnah malam di bulan Ramadhan, kalangan Muhammadiyah umumnya menjalankan ibadah Tarawih tidak lebih dari 11 rakaat. Ketentuan mengenai jumlah rakaat salat Tarawih versi Muhammadiyah termaktub dalam hadis Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman yang berbunyi sebagai berikut:
“Dari Aisyah [diriwayatkan bahwa] ketika ia ditanya mengenai salat Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Aisyah menjawab: Nabi SAW tidak pernah melakukan salat sunah di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian beliau salat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau salat tiga rakaat,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika sesuai dengan hadis di atas, pola salat Tarawih kalangan Muhammadiyah terdiri dari 4 rakaat yang dikerjakan sebanyak 2 kali. Tahap terakhir adalah menutup Tarawih dengan salat Witir 3 rakaat sehingga akumulasinya menjadi 11 rakaat.
Sebelas rakaat salat Tarawih Muhammadiyah juga bisa mengikuti pola formasi 4-4-3. Pelaksanaannya mencakup 2 salat Tarawih empat rakaat dan 1 salat Witir 3 rakaat.
Adapun pola lainnya mencakup formasi 2-2-2-2-2-1, yaitu salat dua rakaat sekali salam dilakukan sebanyak 5 kali. Kemudian, umat memungkas akhirnya dengan 1 rakaat salat Witir.
Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih Muhammadiyah
Mengutip laman resmi ormas, bacaan doa setelah sholat Tarawih Muhammadiyah telah dibahas dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) tentang Salat Tathawwu’. Selain itu, doa tarawih Muhammadiyah tersebut juga muncul dalam buku Tuntunan Ramadhan susunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2012.
Mengacu pada referensi di atas, berikut adalah bacaan doa setelah sholat Tarawih Muhammadiyah:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Bacaan latin:
Subhanal malikil quddus.
Artinya:
“Mahasuci Allah yang Maha Merajai dan yang Mahabersih.” (3x)
Jika sudah membaca wirid di atas, umat Islam bisa membaca doa berikut:
رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Bacaan latin:
Rabbil malaikati war-ruh.
Artinya:
“Yang menguasai para malaikat dan Ruh/Jibril.” (1x)
Bacaan doa setelah sholat Tarawih Muhammadiyah di atas berlandaskan pada sebuah hadis riwayat berikut ini:
“Dari Ubay bin Ka’ab Adalah Rasulullah SAW ketika salat Witir membaca surat 'Sabbihisma rabbikal a’la’ (Al-A’la), dan surat ‘Qul ya ayyuhal kafirun’ (Al-Kafirun) dan surat ‘Qul huwallahu ahad’ (Al-Ikhlas). Kemudian, apabila telah selesai mengucapkan salam, beliau membaca ’Subhanal malikil quddus’ tiga kali',” [H.R. an-Nasa’i dalam Sunan an-Nasa’i no.1729, Kitab Qiyamu al-Lail wa tatawwu’u an-Nahar, Bab "Nau’un Akharun min al-Qira’ati fi al-Witri"].
Susunan doa di atas bisa menjadi bacaan setelah menyelesaikan sholat Tarawih. Doa setelah sholat Tarawih Muhammadiyah ini cenderung berbeda dengan NU yang memiliki bacaan tersendiri pada setiap salat witir.
Selepas membaca doa usai salat witir, doa subhānal malikil quddūs baru dibaca. Akan tetapi, bagian tersebut dilanjutkan dengan bacaan doa yang berbeda dari Muhammadiyah. Di antaranya subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh yang berarti “suci dan kudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril”.
Demikian penjelasan mengenai doa setelah sholat Tarawih Muhammadiyah beserta jumlah rakaatnya. Semoga panduan ini bisa membantu umat Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah selama Ramadan.
Simak juga beberapa artikel terbaru lain yang membahas seputar salah Tarawih Ramadan melalui laman ini.
Penulis: Ahmad Yasin
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id





































