Menuju konten utama
Ibadah Ramadhan 2025

Tata Cara Sholat Tarawih, Niat, dan Bacaan Doa

Berikut ini tata cara sholat tarawih, niat, serta bacaan doanya. Simak artikel untuk mengetahui cara shalat tarawih 20 rakaat dan 8 rakaat.

Tata Cara Sholat Tarawih, Niat, dan Bacaan Doa
Umat Islam melaksanakan shalat tarawih berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, sebagai penggambaran tata cara sholat tarawih, Senin (12/4/2021). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Tata cara sholat tarawih merupakan salah satu informasi penting yang perlu diketahui oleh umat Muslim, khususnya ketika memasuki bulan Ramadhan (Puasa). Lantas, bagaimana cara shalat tarawih, niat, dan bacaannya?

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa shalat tarawih merupakan ibadah sunnah muakad yang pelaksanaannya dianjurkan. Rakaat shalat terawih terbagi-bagi sesuai hadits yang diikuti, misalnya 20 rakaat dan 8 rakaat.

Adapun bacaan shalat tarawih bervariasi, tergantung pilihan imam masing-masing. Namun demikian, niat shalat tarawih kebanyakan memiliki standardisasi umum, sebagaimana dijelaskan lewat pembahasan berikut.

Tata Cara Sholat Tarawih 20 Rakaat dan 8 Rakaat

Sholat tarawih pada bulan Ramadhan secara umum dikerjakan secara berjamaah di masjid atau mushala terdekat. Namun demikian, Anda bisa pula melaksanakan ibadah sunnah ini secara sendirian (munfarid) di rumah.

Berikut ini tata cara sholat tarawih dengan jumlah 20 rakaat dan 8 rakaat yang disambung dengan sholat witir 3 rakaat.

1. Mengucapkan niat untuk mengerjakan sholat tarawih, tergantung apakah sholat tersebut sendiri (munfarid), sebagai imam, atau sebagai makmum.

2. Mengucapkan niat di dalam hati persis sebelum takbiratul ihram, mengucap takbir (الله أكبر) "Allahu akbar".

4. Membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an.

5. Rukuk dengan tuma'ninah sembari melafalkan bacaan rukuk.

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ

Bacaan latinnya:

"Subhaana rabbiyal ‘adzhiimi. Subhaana rabbiyal ‘adzhiimi. Subhaana rabbiyal ‘adzhiimi"

Artinya:

“Maha Suci Allah Rabbku Yang Maha Agung, Maha Suci Allah Rabbku Yang Maha Agung, Maha Suci Allah Rabbku Yang Maha Agung.”

6. Iktidal dengan tuma'ninah sembari melafalkan bacaan iktidal.

سمع الله لمن حمده

Bacaan latinnya:

"Sam'iallahu liman hamidah"

Artinya:

"Allah SWT mendengar orang yang memujinya."

7. Sujud pertama, melafalkan bacaan sujud.

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎

Bacaan latinnya:

"Subhaana rabbiyal a'la wa bihamdihi. Subhaana rabbiyal a'la wa bihamdihi. Subhaana rabbiyal a'la wa bihamdihi"

Artinya:

"Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya".

8. Duduk di antara dua sujud, melafalkan bacaan duduk di antara kedua sujud.

رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى

Bacaan latinnya:

"Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii"

Artinya:

"Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku"

9. Sujud kedua, melafalkan bacaan sujud seperti di atas.

10. Duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

11. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua seperti rakaat pertama (mulai dari baca Al-Fatihah hingga sujud kedua)

12. Duduk tasyahud akhir dan salam pada rakaat kedua.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Bacaan latinnya:

“At-tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. As-salaamu’ alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu’ alaina wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah. Allaahumma shalli’alaa muhammad, wa’alaa aali muhammad kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. Wabaarik ’alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad. Kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil’aalamiina innaka hamiidum majiid.”

Artinya:

“Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad.Seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.”

13. Kembali melaksanakan sholat tarawih 2 rakaat dengan satu salam hingga 10 kali (untuk 20 rakaat) atau 4 kali (untuk 8 rakaat).

14. Mengerjakan sholat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam, formasi 2 rakaat terlebih dahulu, dilanjutkan 1 rakaat.

Bacaan Niat Shalat Tarawih Arab, Latin, dan Artinya

Tata cara sholat tarawih diawali dengan niat tertentu, baik itu sebagai imam maupun makmum. Berikut bacaan shalat tarawih dala bahasa Arab, lafal Latin, serta artinya.

ُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya:

"Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā."

Artinya:

"Aku menyengaja sembahyang sunah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta'ala."

Baca juga artikel terkait SHOLAT TARAWIH atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Edusains
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Abdul Hadi
Penyelaras: Ibnu Azis