tirto.id - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menanggapi insiden kericuhan yang mewarnai diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026).
Sudaryono mengaku sejak awal kedatangannya bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko memang untuk berdialog secara terbuka. Ia bahkan mengaku siap diadili mahasiswa atas kebijakannya.
"Ditanya apa saja tidak masalah. Diadili seperti apa saja juga tidak masalah. Kami hadir untuk berdialog secara demokratis," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (16/6/2026).
Menurut Sudaryono, forum diskusi tersebut sudah direncanakan jauh hari dan telah mengantongi izin dari pihak kampus. Ia menyebut kegiatan serupa bukan kali pertama dilakukan.
Namun, sekitar 30 hingga 40 menit diskusi berlangsung, situasi berubah tidak kondusif lantaran ada sekelompok peserta yang tak menginginkan acara dilanjutkan.
"Padahal sebagian besar mahasiswa justru ingin mendengar dan berdialog," ungkapnya.
Kericuhan disebut semakin menjadi setelah terjadi pelemparan air dan dugaan tindakan fisik. Sudaryono mengaku merasakan ada yang memukul dirinya. Pihak keamanan kemudian menyarankan rombongan untuk meninggalkan lokasi karena kondisi dinilai sudah tidak aman.
"Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar," ujarnya.
Meski demikian, Sudaryono membantah anggapan bahwa dirinya dan rombongan kabur dari dialog. Ia menceritakan bahwa setelah mobil rombongan dicegat dan mereka dicari-cari, ia bersama Nusron justru keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan diskusi.
"Kalau ada yang mengatakan Sudaryono dan Nusron kabur, itu tidak tepat. Justru kami yang datang untuk berdiskusi," katanya.
Dalam diskusi singkat di aspal tersebut, mahasiswa menyampaikan kritik terkait isu pertanahan dan dugaan penggusuran. Menanggapi itu, Sudaryono menyatakan kesiapannya untuk mengecek langsung setiap persoalan yang disampaikan.
"Kalau memang ada penggusuran atau persoalan agraria tertentu, ayo kita cek bersama. Saya bahkan siap menggunakan dana pribadi untuk mendatangi lokasi dan melihat langsung persoalannya," tambahnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa yang berniat baik berdialog namun tidak bisa mengikuti forum secara optimal akibat insiden yang terjadi. Sudaryono mempersilakan jika kampus atau mahasiswa ingin mengundangnya kembali, baik di Yogyakarta maupun Jakarta.
"Saya minta maaf kepada adik-adik mahasiswa yang sebetulnya ingin berdialog secara baik. Kami siap jika diundang kembali, baik di Yogyakarta maupun Jakarta. Yang penting kita berdiskusi," tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id

































