tirto.id - Seorang pria ditangkap setelah diduga melakukan penusukan terhadap tiga perempuan di kawasan Porte de Clichy, Paris utara, Prancis, pada Senin (28/7) sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Akibat serangan itu, tiga perempuan berusia 19, 24, dan 36 tahun mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat pelaku mengenakan setelan hoodie krem dan celana kargo warna senada sedang berkeliaran di jalanan Porte de Clichy sembari membawa pisau dapur.
Dari informasi yang diungkap Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez dan Wali Kota Distrik ke-17 Paris, Geoffroy Boulard diketahui jika dua korban penusukan berada dalam kondisi kritis, masing-masing mengalami luka tusuk di bagian punggung bawah dan perut. Salah satu dari tiga korban tersebut diketahui sedang hamil.
Kronologi Serangan Penusukan di Paris, 3 Wanita Terluka
Penusukan terjadi pada Senin (28/7) sekitar pukul 11.30 waktu setempat di kawasan Porte de Clichy, Paris utara, Prancis. Seorang pria yang membawa dua pisau dapur tiba-tiba menyerang sejumlah pejalan kaki di area publik.
Rekaman video yang kemudian beredar di Snapchat dan telah diverifikasi Reuters memperlihatkan pelaku, yang berambut panjang dan mengenakan pakaian olahraga berwarna krem, berjalan sambil menggenggam satu pisau besar di masing-masing tangannya.
Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat mengejar dan berusaha menusuk seorang perempuan muda di jalan. Belum dipastikan apakah perempuan yang terekam dalam video tersebut termasuk salah satu korban yang mengalami luka.
Serangan berlangsung sangat cepat dan menyebabkan tiga perempuan berusia 19, 24, dan 36 tahun menjadi korban. Menurut Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez, dua korban mengalami luka tusuk serius dan berada dalam kondisi kritis setelah masing-masing terkena tusukan di bagian punggung bawah dan perut.
Seluruh korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Wali Kota Distrik ke-17 Paris, Geoffroy Boulard, kemudian mengungkapkan bahwa salah satu korban diketahui sedang hamil saat insiden terjadi.
Aksi pelaku akhirnya berhasil dihentikan berkat keberanian warga yang berada di lokasi. Mohamed-Ali Bouhadjar, pria berusia 26 tahun yang merekam kejadian tersebut, mengatakan dirinya langsung berteriak meminta bantuan setelah melihat pelaku menusuk seorang perempuan dari belakang.
Teriakannya memancing respons sejumlah orang di sekitar lokasi. Salah seorang warga kemudian melemparkan koper ke arah pelaku hingga membuatnya kehilangan keseimbangan dan menjatuhkan kedua pisaunya.
Melihat kesempatan itu, Bouhadjar berlari menghampiri pelaku, menyapu kakinya hingga terjatuh, lalu bersama beberapa warga lainnya menahan tubuh pelaku agar tidak dapat melarikan diri atau kembali menyerang.
Dalam kesaksian lain yang diberitakan CBS News, Senin (27/7/2026), seorang pelayan restoran juga disebut ikut membantu dengan menindihkan sebuah kursi ke tubuh pelaku untuk melumpuhkannya.
Tidak lama kemudian, seorang anggota kepolisian Prancis yang sedang tidak bertugas tiba di lokasi dan mengambil alih penanganan. Polisi tersebut bersama warga mengamankan pelaku hingga petugas berseragam datang.
Laurent Nunez memberikan apresiasi atas tindakan cepat polisi tersebut dan menyebut keberaniannya berhasil mencegah kemungkinan jatuhnya korban lebih banyak.
Saat pelaku sudah berada di tanah dan ditahan oleh warga serta polisi, sebuah video amatir merekam dirinya membuat pernyataan
"Allah yang memerintahkan saya," ujar pelaku tersebut dikutip Reuters, Senin (27/7/2026).
Meski demikian, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez meminta masyarakat tidak langsung mengaitkan pernyataan tersebut dengan motif terorisme. Menurutnya, selama proses penangkapan pelaku juga mengeluarkan berbagai ucapan yang tidak koheren atau tidak masuk akal.
"Kita jelas harus tetap sangat waspada mengenai motif di balik tindakan kekerasan yang ekstrem ini. Saya mengutuk keras tindakan ini, dan kami diberitahu bahwa pria tersebut membuat pernyataan yang tidak koheren," kata Nunez kepada wartawan.
Karena itu, identitas pelaku masih diverifikasi dan penyelidik masih mendalami apakah aksi tersebut dipicu motif ideologis, gangguan kejiwaan, atau faktor lainnya.
Hingga kini, Kantor Kejaksaan Antiteror Nasional Prancis masih mempertimbangkan apakah akan mengambil alih kasus tersebut sebagai penyelidikan terorisme. Aparat terus mengumpulkan bukti, memeriksa rekaman kamera pengawas, serta meminta keterangan para saksi untuk memastikan kronologi lengkap dan motif di balik serangan.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































