tirto.id - Salat tarawih dan salat tahajud merupakan ibadah sunnah yang dapat dilakukan ketika bulan Ramadhan. Berbicara tentang kedua jenis ibadah tersebut, apakah shalat tahajud bulan Ramadhan sama dengan shalat sunnah tarawih?
Sebelum membahas pertanyaan tersebut, shalat tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang hanya dapat dilakukan ketika malam bulan Ramadhan. Selama bulan puasa, umat Muslim bisa menjalankannya secara berjamaah maupun sendiri.
Sesuai dengan pernyataan itu, maka ibadah sunnah shalat tarawih tidak bisa dijalankan ketika periode bulan Islam lain. Untuk memahami secara lebih rinci mengenai perbedaan shalat tahajud dan tarawih, Anda bisa baca pembahasan berikut.
Apakah Shalat Tahajud Sama dengan Tarawih?
Salat tahajud tidak sama dengan salat tarawih. Perbedaan dari kedua salat tersebut, salah satunya terdapat pada waktu pelaksanaan. Salat tahajud dapat dikerjakan sepanjang malam pada hari apapun. Sementara itu, salat tarawih hanya dianjurkan dilakukan di bulan Ramadan.
Apakah boleh sholat tahajud di bulan Ramadhan? Pelaksanaan salat tahajud bulan Ramadan dapat dilakukan setelah salat tarawih dan witir. Hal ini melihat kebiasaan umat Islam di Indonesia yang mendirikan salat tarawih berjamaah dan dilanjutkan salat witir.
Para ulama Mazhab Syafi’I dan Hanbali juga mendukung pelaksanaan salat witir setelah salat Tarawih di bulan Ramadan dengan berjemaah. Di sisi lain, muncul pertanyaan terkait hukum pelaksanaan salat tahajud setelah salat witir di bulan Ramadan.
Hal ini sehubungan adanya hadits dari Nafi dan Ibnu yang mengatakan bahwa:
“Jadikanlah salat witir sebagai akhir salatmu di malam hari,” (HR. Muslim).
Kendati demikian, hadis tersebut berisi anjuran bukan kewajiban. Maka dari itu, salat tahajud tetap dapat dilakukan sekalipun telah menjalankan salat witir bersama salat tarawih berjamaah.
Akan tetapi, apabila seorang muslim berniat mendirikan salat tahajud, dan dirasa kuat bangun malam, dianjurkan baginya meninggalkan salat witir berjemaah setelah Tarawih. Kemudian, muslim tersebut bisa menjalankan salat witir setelah salat tahajud sebagaimana sabda Rasulullah Saw. dalam hadis dari jalur Jabir Ra. berikut:
“Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam, hendaklah ia melakukan witir pada awal malam. Dan siapa yang berharap mampu bangun di akhir malam, hendaklah ia witir pada akhir malam, karena salat pada akhir malam disaksikan [oleh para malaikat] dan hal itu lebih utama,” (HR. Muslim).
Perbedaan Salat Tarawih dan Salat Tahajud
Secara garis besar, perbedaan salat tarawih dan salat tahajud dapat dipantau melalui waktu menjalankan ibadahnya. Salat tarawih biasa digelar pada bulan Ramadhan secara berjamaah di masjid atau mushola, tepatnya pasca ibadah Isya.
Di sisi lain, kegiatan salat tahajud biasanya dilakukan pada pertengahan malam dan sifatnya dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Ramadhan. Selain pahala pelaksanaannya dilipatgandakan, salat tahajud menjadi salah satu ibadah sunah yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 79.
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud [sebagai suatu ibadah] tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji,” (QS. Al-Isra [17]: 79).
Salat tahajud boleh dikerjakan dengan syarat seorang muslim telah tidur terlebih dahulu, kendati hanya sebentar, lalu terbangun di sepertiga malam. Waktu pelaksanaan Salat tahajud adalah bakda salat isya hingga sebelum terbitnya fajar shadiq (waktu subuh).
Waktu paling utama menunaikan salat tahajud yakni di sepertiga malam (pukul 01.00 – sebelum subuh). Salat tahajud dikerjakan paling sedikit 2 rakaat 1 salam atau sebanyak-banyaknya, selama memenuhi syarat pelaksanaan.
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fadli Nasrudin
Penyelaras: Ibnu Azis