Menuju konten utama
Tarawih NU Ramadhan 2023

Formasi Shalat Tarawih 23 Rakaat NU Berapa Kali Salam & Doanya

Shalat Tarawih NU berapa rakaat? Berikut penjelasan mengenai formasi shalat Tarawih 23 rakaat NU, jumlah rakaat, dan doa setelah ibadahnya.

Formasi Shalat Tarawih 23 Rakaat NU Berapa Kali Salam & Doanya
Umat Islam melaksanakan shalat Tarawih pertama Ramadhan 1445 H di Masjid Al-Ikhlas di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (11/3/2024). Adapun umat Islam sering mempertanyakan tentang "shalat Tarawih NU berapa rakaat?". ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wpa.

tirto.id - Saat bulan Ramadan, umat Islam kerap mempertanyakan tentang "shalat Tarawih NU berapa rakaat?". Formasi shalat Tarawih 23 rakat NU mencakup 20 rakaat, dilanjutkan bacaan doa, dan 3 witir.

Adapun ulama memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai jumlah rakaat shalat Tarawih, yaitu 8, 20, dan 36 rakaat. Pada dasarnya, umat muslim bisa menunaikan ibadah sunah ini sesuai tuntunan dan formasi mazhabnya.

Hukum shalat Tarawih merupakan sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan dan lebih utama dikerjakan secara berjamaah. Nabi Muhammad SAW menganjurkan ibadah ini sesuai sabda berikut:

"Barang siapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau," (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Formasi Shalat Tarawih 23 Rakaat NU, Berapa Kali Salam?

Hadis riwayat Aisyah RA, menjelaskan mengenai pelaksanaan salat Tarawih dengan jumlah 8 rakaat:

كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى رَمَضَانَ، فَقَالَتْ: مَا كَانَ يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ، وَلاَ فِى غَيْرِهَا عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

Artinya:

"Bagaimana shalat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di bulan Ramadan? Aisyah menjawab,"Beliau tidak pernah menambah, baik di bulan Ramadan atau selainnya dari sebelas rakaat," (HR Al-Bukhari-Muslim).

Sementara itu, ada juga umat muslim yang menganut jumlah rakaat sebanyak 36. Imam Nawawi dalam Syarh al-Muhazzab menjelaskan sebagai berikut.

“Salat Tarawih termasuk di dalam salat Nawafil yang muakkad seperti mana yang ditunjukkan perkara itu oleh hadis-hadis yang mulia yang telah disebut terdahulu. Ia adalah sebanyak dua puluh rakaat selain dari shalat Witir. (Jika) bersama Witir maka ia menjadi 23 rakaat… atas jalan inilah berlalunya sunah dan sepakat ummah, dari kalangan Salaf dan Khalaf dari zaman Khulafa’ ar Rasyidin Umar ibn Al-Khattab, semoga Allah meridainya dan dia meridai-Nya juga sampailah ke zaman kita ini… Tidak ada seorang pun ahli fikih dari kalangan empat imam mazhab (Hanafiyyah, Malikiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah) membantah perkara ini, melainkan apa yang diriwayatkan dari Imam Dar al Hijrah, Imam Malik bin Anas tentang pendapat yang lebih bilangannya pada salat Tarawih kepada 36 rakaat…Dalam riwayat kedua daripada Imam Malik, yaitu dengan hujah-nya beramal dengan amalan penduduk Madinah, yaitu: Sesungguhnya diriwayatkan dari Nafi’ sesungguhnya dia berkata: Aku mendapati sebanyak 60 orang mendirikan Ramadan (salat Tarawih) dengan 36 rakaat dan termasuk witir.”

Kalangan yang berpegang pada ketentuan 20 rakaat, terutama Nahdlatul Ulama alias NU, juga memiliki dasar. Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW dalam riwayat Bukhari dan Muslim, yaitu:

"Rasulullah SAW keluar untuk salat malam di bulan Ramadan sebanyak tiga tahap: malam ketiga, kelima, dan kedua puluh tujuh untuk salat bersama umat di masjid, Rasulullah SAW salat delapan rakaat, dan kemudian mereka menyempurnakan sisa salatnya di rumah masing-masing," (HR Bukhari dan Muslim).

Pada masa Sayyidina Umar bin Khattab, umat Islam mulai mengerjakan salat Tarawih secara berjamaah dengan jumlah 20 rakaat diikuti witir 3 kali. Dengan begitu, formasi shalat Tarawih 23 rakaat NU terdiri dari 20 rakaat dan witir 3 rakaat.

Ketentuan pelaksanaannya memiliki kesamaan dengan salat biasa, yaitu diawali takbiratulihram dan diakhiri salam. Setiap melaksanakan 2 rakaat, kalangan NU bisa mengucap salam. 

Artinya, 20 rakaat salat Tarawih tersebut harus mengucapkan salam dengan jumlah total 10 kali. Setelah Tarawih, umat muslim dapat melafalkan doa-doa tertentu.

Umat Islam pun bisa melanjutkannya dengan salat witir sebanyak 3 rakaat. Witir 3 rakaat meliputi 2 kali bacaan niat, di antaranya untuk salat 2 rakaat 1 salam dan untuk salat 1 rakaat 1 salam.

Bacaan Doa Setelah Salat Tarawih

Usai melaksanakan salat Tarawih, umat muslim bisa membaca doa tertentu. Doa Kamilin kerap menjadi bahan bacaan doa setelah menjalankan salat Tarawih.

Berikut adalah bacaan doa setelah salat Tarawih dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bacaan Latin:

Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya:

"Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang rida dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam,".

Demikian penjelasan jawaban atas pertanyaan "shalat tarawih NU berapa rakaat?". Semoga pedoman ini dapat memberikan kejelasan bagi muslimin dan muslimat sehingga ibadah Ramadan bisa sesuai dengan ketentuan.

Pastikan juga untuk terus mengikuti informasi terbaru seputar tarawih Ramadan di sini.

Kumpulan Informasi Tarawih

Baca juga artikel terkait EDUKASI DAN AGAMA atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Edusains
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fadli Nasrudin
Penyelaras: Yuda Prinada