Menuju konten utama

Australia Siap Akui Palestina di Majelis Umum PBB September 2025

Australia akan akui Negara Palestina dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 pada September 2025 mendatang.

Australia Siap Akui Palestina di Majelis Umum PBB September 2025
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuaan kenegaraan dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Jakarta, Kamis (15/5/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt.

tirto.id - Australia akan secara resmi mengakui Negara Palestina dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 pada September 2025. Langkah ini menjadi bagian dari upaya global untuk mendorong solusi dua negara, menghentikan kekerasan di Gaza, dan mempercepat pembebasan sandera.

Dukungan Australia terhadap pembentukan dua negara sebenarnya telah dimulai sejak 1947, ketika negara ini menjadi yang pertama menyetujui Resolusi 181 PBB.

Kala itu, Menteri Luar Negeri Australia, H.V. Evatt, memainkan peran penting dalam mendorong lahirnya Israel dan Palestina secara berdampingan. Kini, lebih dari tujuh dekade kemudian, Australia kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi damai yang adil.

Keputusan ini juga dipengaruhi oleh komitmen reformasi besar dari Otoritas Palestina, termasuk penolakan terhadap kekerasan dan pengakuan terhadap hak Israel untuk eksis.

Australia melihat momen ini sebagai peluang historis untuk memperkuat suara-suara moderat di Timur Tengah dan mengikis pengaruh kelompok ekstremis seperti Hamas.

Apa Saja Negara yang Berkomitmen Mengakui Palestina

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menyampaikan, keputusan pemerintahannya didasarkan pada pertimbangan matang. Ia menegaskan pengakuan terhadap Palestina bukan langkah simbolik semata.

Anthony Albanese menekankan pentingnya komitmen dari pihak Palestina sebagai prasyarat. Australia menghendaki jaminan, kelompok ekstrem seperti Hamas tidak memiliki peran dalam negara di masa mendatang.

"Solusi dua negara adalah harapan terbaik umat manusia untuk memutus siklus kekerasan di Timur Tengah dan mengakhiri konflik, penderitaan, dan kelaparan di Gaza," kata Albanese dalam konferensi pers sebagaimana dikutip dari laman Reuters.

Dukungan global terhadap kemerdekaan Palestina terus menguat. Laporan Antara menyebutkan, hingga pertengahan 2025, sebanyak 147 negara telah menyatakan pengakuan resmi terhadap Palestina sebagai negara berdaulat.

Gelombang pengakuan terus bertambah sejak awal 2024, dengan sepuluh negara baru, termasuk Irlandia, Norwegia, Spanyol, dan Armenia, resmi masuk dalam barisan pendukung. Namun, di tengah derasnya arus pengakuan internasional, Amerika Serikat tetap bergeming.

Negeri adidaya itu kembali menegaskan penolakannya terhadap status kenegaraan Palestina. Amerika menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB untuk menggagalkan upaya Palestina meraih keanggotaan penuh pada 2024.

Berikut ini laporan Al Jazeera mengenai daftar negara yang telah berkomitmen mengakui Palestina:

  1. Zimbabwe
  2. Zambia
  3. Yemen
  4. Vietnam
  5. Venezuela
  6. Vanuatu
  7. Uzbekistan
  8. Uruguay
  9. Ukraine
  10. Uganda
  11. UAE
  12. Turkmenistan
  13. Turkey
  14. Tunisia
  15. Trinidad and Tobago
  16. Togo
  17. Thailand
  18. Tanzania
  19. Tajikistan
  20. Syria
  21. Sweden
  22. Suriname
  23. Sudan
  24. Sri Lanka
  25. Spain
  26. South Sudan
  27. South Africa
  28. Somalia
  29. Slovenia
  30. Slovakia
  31. Sierra Leone
  32. Seychelles
  33. Serbia
  34. Senegal
  35. Saudi Arabia
  36. Sao Tome and Principe
  37. Saint Vincent and the Grenadines
  38. Saint Lucia
  39. Saint Kitts and Nevis
  40. Rwanda
  41. Russia
  42. Romania
  43. Qatar
  44. Poland
  45. Philippines
  46. Peru
  47. Paraguay
  48. Papua New Guinea
  49. Pakistan
  50. Oman
  51. Norway
  52. North Korea
  53. Nigeria
  54. Niger
  55. Nicaragua
  56. Nepal
  57. Namibia
  58. Mozambique
  59. Morocco
  60. Montenegro
  61. Mongolia
  62. Mexico
  63. Mauritius
  64. Mauritania
  65. Mali
  66. Maldives
  67. Malaysia
  68. Malawi
  69. Madagascar
  70. Libya
  71. Liberia
  72. Lesotho
  73. Lebanon
  74. Laos
  75. Kyrgyzstan
  76. Kuwait
  77. Kenya
  78. Kazakhstan
  79. Jordan
  80. Jamaica
  81. Ivory Coast
  82. Ireland
  83. Iraq
  84. Iran
  85. Indonesia
  86. India
  87. Iceland
  88. Hungary
  89. Honduras
  90. Holy See
  91. Haiti
  92. Guyana
  93. Guinea-Bissau
  94. Guinea
  95. Guatemala
  96. Grenada
  97. Ghana
  98. Georgia
  99. Gambia
  100. Gabon
  101. Ethiopia
  102. Eswatini
  103. Equatorial Guinea
  104. El Salvador
  105. Egypt
  106. Ecuador
  107. East Timor
  108. DRC
  109. Dominican Republic
  110. Dominica
  111. Djibouti
  112. Czech Republic
  113. Cyprus
  114. Cuba
  115. Costa Rica
  116. Congo
  117. Comoros
  118. Colombia
  119. China
  120. Chile
  121. Chad
  122. Central African Republic
  123. Cape Verde
  124. Cambodia
  125. Burundi
  126. Burkina Faso
  127. Bulgaria
  128. Brunei
  129. Brazil
  130. Botswana
  131. Bosnia and Herzegovina
  132. Bolivia
  133. Bhutan
  134. Benin
  135. Belize
  136. Belarus
  137. Barbados
  138. Bangladesh
  139. Bahrain
  140. Bahamas
  141. Azerbaijan
  142. Armenia
  143. Argentina
  144. Antigua and Barbuda
  145. Angola
  146. Algeria
  147. Albania
  148. Afghanistan
Ingin tahu lebih banyak tentang perkembangan terkini di Palestina? Baca artikel-artikel informatif lainnya dengan mengunjungi tautan Tirto.id di bawah ini.

Kumpulan Artikel tentang Palestina

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Syamsul Dwi Maarif