tirto.id - Kelaparan di Gaza semakin meningkat. Rumah sakit di sana mencatat angka kematian akibat kelaparan terus bertambah dan ini menjadi bukti bahwa kualitas hidup masyarakat Gaza sangat kurang.
Setelah mendapat banyak kecaman dari dunia internasional karena kasus kelaparan di Gaza, nyatanya tak membuat penduduk Gaza lantas lepas dari polemik tersebut. Mereka masih banyak yang kelaparan hingga harus meregang nyawa karena tidak adanya pasokan makanan yang cukup untuk sehari-hari.
Apa yang menjadi masalah di Gaza hingga masih ada warganya yang kelaparan? Dan bagaimana kondisi saat ini?
Update Gaza Hari Ini: Kematian karena Kelaparan Meningkat
Krisis kelaparan dan kurang gizi di Gaza semakin parah setiap harinya. Hingga kini, setidaknya 175 orang, termasuk 93 anak-anak, meninggal karena kelaparan yang disebabkan oleh blokade ketat Israel, menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Gaza.
Dilansir Al Jazeera, Kementerian Kesehatan di Gaza juga melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, 119 jenazah warga Palestina telah dibawa ke rumah sakit, termasuk 15 orang yang ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang hancur. Selain itu, ada 866 orang yang terluka.
Setidaknya 65 orang tewas saat mencoba mengambil bantuan, dan 511 lainnya terluka. Sejak Minggu pagi, 92 orang tewas akibat tembakan tentara Israel, termasuk 56 di antaranya adalah warga yang sedang antre bantuan.
Pasukan Israel dilaporkan sering menembaki warga Gaza yang datang ke tempat pembagian makanan yang dikelola oleh organisasi GHF (Global Humanitarian Foundation). PBB mencatat bahwa sejak GHF mulai beroperasi pada bulan Mei, sudah lebih dari 1.300 warga yang mencari bantuan tewas.
Kenapa Kelaparan Warga Gaza Meningkat?
Pasukan militer Israel (IDF) mengatakan jika mereka akan memberlakukan jeda kemanusiaan di Gaza agar truk-truk pembawa bantuan bisa masuk ke Gaza dengan lancar. Namun, nyatanya truk bantuan yang masuk ke Gaza tidak lebih dari 100 truk.
Al Jazeera mencatat saat ini warga Gaza tetap terlihat kesusahan hanya untuk mendapatkan satu kantong tepung terigu atau paket makanan. Sejak blokade dimulai, tempat-tempat pembagian bantuan tidak lagi beroperasi, dan kondisi belum kembali seperti semula. Warga yang mencoba mendekati truk bantuan dari organisasi seperti GHF malah ditembaki.
Kantor Media Pemerintah di Gaza menyebut bahwa lebih dari 22.000 truk bantuan kemanusiaan telah sengaja diblokir oleh Israel. Truk-truk ini sebagian besar milik PBB dan lembaga bantuan internasional.
Di sisi Israel, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menanggapi sebuah video yang menunjukkan warga Israel yang merupakan tahanan Hamas tampak sangat kurus membuktikan bahwa Hamas tidak serius menginginkan gencatan senjata.
Hamas membalas pernyataan Netanyahu dengan mengatakan jika pihaknya bersedia menerima bantuan makanan dan obat untuk para tahanan, asalkan jalur bantuan kemanusiaan dibuka secara permanen, sehingga warga Gaza juga bisa menerima bantuan.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































