tirto.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan nilai skema burden sharing atau berbagi beban antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencapai Rp130 triliun.
Menurutnya, dengan dukungan dana sebesar itu, ditambah Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan yang disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), pemerintah menunjukkan komitmen besar terhadap program pembangunan tiga juta rumah rakyat.
“Sesudah ada kebijakan luar biasa, terobosan dengan pertama kali ada giro wajib minimum ini bisa diturunkan jadi 5-4 persen, ada burden sharing dapat Rp130 triliun, KUR perumahan juga Rp130 triliun Pak Rosan (CEO Danantara) masih membantu lagi buat perumahan,” ujar dia dalam acara Pertemuan & Simposium Gotong Royong Perumahan Warisan Bangsa di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025).
Selain itu, Kementerian Keuangan juga baru saja mengucurkan dana segar Rp25 triliun kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk guna mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi kuartal IV melalui penyaluran kredit.
Namun, di balik besarnya dukungan dana yang dimiliki bank, khususnya Himbara, Maruarar—yang akrab disapa Ara—menyadari adanya tantangan besar terkait penyerapan anggaran. Apalagi, tahun 2025 hanya tersisa tiga bulan.
“Ini tantangan kita adalah soal penyerapan yang berkualitas. Jadi, bagaimana supaya Danantara itu terus terang makin percaya sama sektor perumahan, bahwa ekosistem perumahan ini siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ekosistem ini siap untuk melakukan penyerapan secara berkualitas, membuka lapangan pekerjaan yang masif,” tuturnya.
Ara juga berpesan kepada perbankan untuk mempercepat penyaluran kredit sekaligus meminta para pengembang segera mengakselerasi pembangunan rumah subsidi maupun komersial. Dengan begitu, kinerja sektor perumahan ke depan diharapkan bisa berjalan lebih cepat.
“Pengusaha itu harus cepat benar, efektif, efisien. Betul, ya? Begitu, ya? Jadi, bawaan kami di perumahan bisa mengurus, melayani Bapak, Ibu dengan hati dan profesional dan dengan cepat, supaya ke depan bisa sektor ini bisa bergerak dengan lebih baik lagi,” tutupnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































