Menuju konten utama

Apindo Beri Catatan soal Transisi Kepemimpinan BI

Apindo meminta transisi kepemimpinan BI dipercepat usai Perry Warjiyo mundur agar menjaga kepercayaan pasar, stabilitas moneter, dan investasi.

Apindo Beri Catatan soal Transisi Kepemimpinan BI
Direktur Sintesa Group dan Ketua Aliansi United Nations Global Investors for Sustainable Development (UN GISD) Shinta Kamdani menjadi pembicara saat sesi panel memajukan dekarbonisasi industri pada Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (11/10/2025).ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI) segera memberikan kepastian setelah Gubernur BI Perry Warjiyo mengundurkan diri. Kepastian tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus memastikan kesinambungan kebijakan moneter.

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan dunia usaha menghormati keputusan yang telah disampaikan. Namun, menurutnya, proses pergantian kepemimpinan di bank sentral perlu berjalan secara baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Dunia usaha menghormati keputusan yang telah disampaikan dan berpandangan bahwa proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia perlu dijalankan secara baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam situasi seperti ini, yang paling penting bagi dunia usaha adalah terjaganya policy continuity, kredibilitas institusi, dan kepercayaan pasar terhadap independensi BI sebagai otoritas moneter,” ujar Shinta dalam keterangan tertulis kepada Tirto, Senin (27/7/2026).

Shinta menilai pengunduran diri gubernur bank sentral di tengah masa jabatan berpotensi meningkatkan perhatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Indonesia. Menurutnya, pasar akan mencermati prospek suku bunga, stabilitas nilai tukar, hingga komunikasi kebijakan yang akan ditempuh BI ke depan.

“Pengunduran diri Gubernur BI di tengah masa jabatan secara alami akan menjadi perhatian pasar. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar umumnya akan melakukan reassessment terhadap prospek kebijakan moneter, arah suku bunga, stabilitas nilai tukar, serta kesinambungan komunikasi kebijakan ke depan. Oleh karena itu, faktor yang paling menentukan adalah seberapa cepat kepastian mengenai proses transisi dan arah kebijakan dapat diberikan kepada pasar,” katanya.

Ia mengingatkan proses transisi yang berlangsung terlalu lama dapat memengaruhi sentimen pasar dan keputusan investasi.

“Apabila transisi berjalan dengan baik dan komunikasi kebijakan tetap clear, credible, and predictable, maka volatilitas pasar dapat diminimalkan dan kepercayaan investor tetap terjaga. Sebaliknya, ketidakpastian yang berlangsung terlalu lama berpotensi mempengaruhi sentimen pasar, nilai tukar, biaya pendanaan, serta keputusan investasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Shinta mengatakan dunia usaha berharap kepemimpinan baru BI tetap menjaga mandat utama bank sentral dalam mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas nilai rupiah, serta memelihara stabilitas sistem keuangan.

“Dunia usaha berharap proses transisi kepemimpinan di BI tetap dapat memberikan sinyal yang kuat bahwa mandat utama dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, serta menjaga stabilitas sistem keuangan tetap menjadi prioritas,” kata Shinta.

Menurutnya, kepastian arah kebijakan moneter menjadi fondasi penting bagi dunia usaha untuk mengambil keputusan investasi dan ekspansi di tengah tantangan ekonomi global, dinamika perdagangan internasional, volatilitas nilai tukar, serta tingginya biaya pendanaan. Karena itu, Apindo berharap penunjukan pimpinan definitif BI dapat berlangsung cepat dan memperkuat keyakinan bahwa kebijakan moneter Indonesia akan tetap dijalankan secara prudent, independen, dan forward-looking.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Surya
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana