Menuju konten utama

Sosok Siti Zahra, Dokter yang Jatuh dari Apartemen Kalibata City

Dokter Siti Zahra Maghfirah menambah panjang daftar dokter magang yang meninggal di tahun 2026. Polisi masih menyelidiki penyebab dan motif kematiannya.

Sosok Siti Zahra, Dokter yang Jatuh dari Apartemen Kalibata City
Dokter Siti Zahra Maghfira. instagram/jdnidi_official
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seorang dokter magang bernama Siti Zahra Maghfira ditemukan tewas setelah jatuh dari Apartemen Kalibata City pada Minggu (26/7/2026). Kasus kematiannya kini tengah diselidiki polisi. Lantas, bagaimana sosok korban selama ini?

Sebelumnya, kasus kematian dokter Siti Zahra Maghfira terjadi pada Minggu siang. Sekitar pukul 14.13 WIB, warga sekitar apartemen dikagetkan dengan bunyi benda jatuh yang ternyata adalah dr. Siti Zahra Maghfira.

Dokter magang tersebut merupakan salah satu penghuni Apartemen Kalibata City. Ia tercatat sebagai salah satu penghuni lantai 18 apartemen tersebut.

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menyebut jasad korban ditemukan petugas sekuriti apartemen pada hari terssebut. Menurut kesaksian sekuriti, ia dikagetkan dengan bunyi barang jatuh di dekat apartemen. Setelah diperiksa, jasad dokter Siti Zahra telah tergeletak di halaman apartemen.

“Penyebab saat ini sedang dalam lidik,” tutur Mansur pada Senin (27/7).

Kasus ini juga menyita perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai regulator dan operator layanan kesehatan publik. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyebut pihaknya kini tengah melakukan investigasi terkait kasus kematian dr. Siti Zahra.

“Kami berkomitmen memastikan seluruh fakta dan kronologi kejadian terungkap secara utuh sebelum menyampaikan kesimpulan. Hasil investigasi ditargetkan selesai dalam waktu tiga hingga empat hari,” tutur Aji pada Senin, dikutip dari Antara.

Profil Siti Zahra Maghfira

Siti Zahra Maghfira merupakan bagian dari generasi muda tenaga kesehatan Indonesia. Ia masih berusia 25 tahun ketika ditemukan tewas usai jatuh dari apartemen tempat ia tinggal di Jakarta Selatan.

Ia merupakan dokter muda yang tengah mengikuti Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Ia tercatat sebagai dokter magang di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat sejak Mei 2026 lalu.

PIDI adalah program magang wajib yang nantinya membuat dr. Siti Zahra mendapatkan izin praktik penuh. PIDI ini menjadi program magang yang diwajibkan untuk dokter lulusan baru yang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan.

Siti Zahra Maghfira sendiri merupakan dokter asal Makassar. Ia mendapatkan gelar dokter setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas). Siti Zahra lulus dari sana setelah mulai pendidikan pada 2019 lalu.

Menjadi mahasiswa sejak 2019, dr. Siti Zahra kemudian resmi menyandang gelar sarjana kedokteran setelah lulus pada tahun 2023. Usai lulus, Siti Zahra kemudian melanjutkan pendidikan profesi dokter dan mendapatkan gelar dokter pada 2026.

Setelah menyandang gelar dokter, Siti Zahra kemudian mengikuti program magang wajib sebagai syarat untuk mendapatkan izin praktik penuh. Ia kemudian ditempatkan di Depok untuk menjalani proses magang sebagai dokter di sana.

Jika menilik riwayat akademik Siti Zahra, dokter muda itu telah menyelesaikan skripsinya dengan mengambil pembahasan tentang penyebab infertilitas primer pada wanita. Seturut laman Repository Ungas, penelitian skripsi itu mengambil sampel dari pasien RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Akan tetapi, pada Juli 2026, Siti Zahra ditemukan tewas di apartemen yang ia tinggali selama magang di Jakarta Selatan. Ia tewas usai jatuh dari lantai 18 apartemen.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyebut pihaknya tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait kasus ini.

Dalam keterangannya, Aji turut memastikan bahwa Kemenkes telah melakukan berbagai langkah perbaikan dalam penyelenggaraan PIDI. Menurutnya, Kemenkes telah berupaya untuk menyempurnakan regulasi hingga mekanisme untuk menjamin perlindungan bagi peserta.

Ayah Siti Zahra Maghfirah, Dokter Musadri Amir Abdullah, menggelar takziah tiga malam berturut-turut untuk putrinya. Takziah berada di rumah Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat tersebut di Kompleks Perumahan Villa Surya Mas, Jalan Toddopuli Raya, Barong, Manggala, Kota Makassar.

Baca juga artikel terkait DOKTER MUDA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar