Menuju konten utama

Apakah Kebutuhan Siswa di Asrama Sekolah Rakyat Benar Gratis?

Apakah kebutuhan siswa di asrama Sekolah Rakyat benar gratis? Simak daftar kebutuhan yang dipenuhi selama siswa berada di asrama Sekolah Rakyat.

Apakah Kebutuhan Siswa di Asrama Sekolah Rakyat Benar Gratis?
Petugas kesehatan memeriksa tensi seorang siswa sekolah rakyat saat pemeriksaan kesehatan di Sentra Efata, Naibonat, Kabupaten Kupang, NTT, Sabtu (12/7/2025). ANTARA FOTO/Fauzan/tom.

tirto.id - Program Sekolah Rakyat mulai berjalan pada Senin, 14 Juli 2025. Apakah semua kebutuhan siswa selama berada di asrama Sekolah Rakyat benar gratis?

Sekolah Rakyat hadir sebagai terobosan pendidikan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi di Indonesia. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam desil satu Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Hingga pertengahan 2025, sebanyak 100 Sekolah Rakyat telah siap menampung sekitar 10.000 siswa. Secara bertahap, pemerintah menargetkan 20.000 siswa dapat menikmati fasilitas pendidikan. Sekolah Rakyat juga menjunjung prinsip inklusif dan pemerataan akses pendidikan di berbagai wilayah.

Seluruh biaya pendidikan Sekolah Rakyat ditanggung negara. Namun, bagaimana dengan kebutuhan harian siswa selama tinggal di asrama?

Apakah Kebutuhan Siswa di Asrama Sekolah Rakyat Gratis?

Salah satu keunggulan utama Sekolah Rakyat adalah sistem asrama. Pemerintah melalui Kementerian Sosial menjamin kesejahteraan penuh siswa. Apakah kebutuhan harian siswa benar-benar disediakan secara gratis?

Seluruh kebutuhan siswa ditanggung negara. Misalnya seperti makan, minum, buku pelajaran, seragam, hingga pemeriksaan kesehatan. Sekolah Rakyat disebut menghadirkan layanan pendidikan dan pengasuhan yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Kebutuhan siswa di asrama, mulai dari logistik, peralatan belajar, hingga layanan kesehatan dialokasikan melalui APBN dan sumber pendanaan lain sesuai regulasi yang berlaku. Pembiayaan ini termasuk dalam program perlindungan sosial dengan sistem tagging anggaran pendidikan.

Tugas pelaksanaan melibatkan lintas kementerian. Pembangunan dan sarana prasarana dikoordinasikan Kementerian PUPR, pengadaan guru dan kurikulum oleh Kemendikdasmen, hingga operasional asrama oleh Kemensos.

Dengan sistem pembiayaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, tidak ada biaya di Sekolah Rakyat. Semua layanan diberikan agar siswa bisa fokus belajar tanpa terbebani biaya hidup.

Sekolah Rakyat di Bantul

Fasilitas ruang belajar di Sekolah Rakyat, Sonosewu, Bantul, Yogyakarta. (FOTO/Istimewa)

3 Macam Kurikulum Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat hadir dengan pendekatan kurikulum yang unik dan kontekstual. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan dinamika sosial di sekitarnya.

Kurikulum Sekolah Rakyat terdiri dari tiga muatan utama yang saling melengkapi: Kurikulum Persiapan, Kurikulum Sekolah Formal, dan Kurikulum Asrama (Boarding).

Kurikulum Persiapan bertujuan memetakan potensi siswa melalui asesmen kesiapan fisik, mental, dan akademik sebelum memasuki pembelajaran inti. Tahap ini disebut sebagai Learner Preparatory dan menjadi fondasi penting untuk proses belajar yang efektif.

Sementara itu, Kurikulum Sekolah Formal mengikuti standar nasional pendidikan dan mencakup kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, serta ekstrakurikuler. Struktur ini diadaptasi dari kebijakan Kemendikdasmen, Kemendikbudristek, Kemenag, dan Kemensos, menjamin keselarasan dengan sistem pendidikan nasional.

Kurikulum Asrama difokuskan pada penguatan karakter dan kepemimpinan, nilai spiritual, kecintaan terhadap tanah air, serta kemampuan komunikasi dan bahasa. Gabungan ketiganya bertujuan mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara moral dan sosial.

Dengan sistem multi entry-multi exit dan pendekatan individual, kurikulum Sekolah Rakyat memberikan fleksibilitas belajar sesuai potensi siswa hinggg menjadikan Sekolah Rakyat sebagai model pendidikan transformatif berbasis asrama di Indonesia.

Baca juga artikel terkait SEKOLAH RAKYAT atau tulisan lainnya dari Lita Candra

tirto.id - Edusains
Kontributor: Lita Candra
Penulis: Lita Candra
Editor: Beni Jo