tirto.id - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim pada Kamis (5/3/2026) bahwa kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln menjadi sasaran drone angkatan lautnya. Apakah kapal induk itu telah karam?
Menukil China Daily, kantor berita yang terafiliasi dengan Pemerintah Iran, Fars, melaporkan peristiwa tersebut pada Kamis. Laporan ini menyebut bahwa serangan Iran telah mengenai USS Abraham Lincoln.
Sementara itu, seturut Naval Today, Tehran Times disebut baru saja melaporkan pernyataan juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya yang mengatakan kapal induk itu memasuki perairan sekitar 340 kilometer dari perbatasan teritorial Iran.
"USS Abraham Lincoln, yang mendekati perairan teritorial Iran di Laut Oman hingga jarak 340 kilometer dengan tujuan untuk mengendalikan Selat Hormuz, dihantam oleh drone angkatan laut IRGC," kata pernyataan itu.
Pernyataan juga menyebut bahwa kapal USS Abraham Lincoln dihantam drone ketika didampingi kapal perusak pengawalnya. Namun, kapal-kapal itu kemudian disebut mundur dari lokasi kejadian dengan kecepatan tinggi.
AS Bantah USS Lincoln Kena Rudal atau Drone
AS membantah bahwa USS Abraham Lincoln terkena rudal ataupun drone Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut bahwa kapal induk itu tidak terpengaruh oleh serangan apa pun dan sedang melanjutkan operasi penerbangan secara normal.
Melalui pernyataan di media sosial, CENTCOM menyebut bahwa USS Abraham Lincoln tetap beroperasi secara penuh dan melanjutkan misi militer AS di wilayah tersebut.
Menurut CENTCOM, USS Abraham Lincoln juga tetap berfungsi meluncurkan pesawat yang jadi bagian dari serangan-serangan AS ke Iran.
Sebelum klaim pada Kamis, IRCG juga sempat mengungkap klaim yang sama mengenai kapal induk AS tersebut. Namun, Pentagon telah menyebut bahwa "rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekat sasaran".
Sementara itu, Amerika Serikat mengklaim telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal Iran sejak pecah peperangan pada Sabtu (28/3/2026). AS juga menyebut bahwa serangan militernya telah membuat kekuatan rudal balistik dan drone Iran menurun hingga 90 persen.
Serangan yang disebut menenggelamkan lebih dari 30 kapal Iran itu merupakan serangan berskala besar yang dilakukan AS dalam beberapa hari terakhir.
Pada Kamis, CENTCOM menyebut bahwa pesawat-pesawat AS telah membom banyak wilayah Iran dengan belasan bom penetrator seberat 2.000 pon atau sekitar 900 kg.
Jumlah korban jiwa akibat serangan yang terjadi di Iran juga terus meningkat. Seturut Bulan Sabit Merah Iran, korban tewas di Iran akibat serangan AS-Israel telah mencapai 1.045 orang per Kamis.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































