Menuju konten utama

Trump Ingin Terlibat dalam Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran

Presiden AS Donald Trump tidak menginginkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran dan ingin terlibat dalam pemilihan jabatan itu.

Trump Ingin Terlibat dalam Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran
Foto arsip 31 Mei 2019 menunjukkan putra Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, menghadiri demonstrasi untuk memperingati Hari Yerusalem di Teheran. (Photo by Morteza Nikoubazl via Reuters Connect)

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut bahwa dirinya ingin terlibat dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran berikutnya. Trump ingin pemimpin Iran berikutnya adalah sosok yang bersahabat dengan AS dan menerima Washington sebagai mitra.

Seturut Al Jazeera, hal tersebut disampaikan Trump pada Kamis (5/3/2026). Dalam keterangannya, Trump menolak penunjukan putra kedua Ali Khamenei, Motjaba Khamenei, sebagai pemimpin Iran berikutnya.

"Mereka membuang-buang waktu. Putra Khamenei tidak berpengaruh. Saya harus terlibat dalam penunjukan tersebut," kata Trump.

Menurut Trump, ia lebih ingin melihat pemimpin Iran berikutnya seperti Delcy Rodriguez yang kini memimpin Venezuela pasca-penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Sebagai presiden pengganti Maduro, Delcy Rodriguez telah mengizinkan Washington menjual minyak Venezuela dan memutus pasokan minyak ke Kuba. Dalam beberapa kesempatan, Trump menyebut bahwa ia ingin menemukan Delcy Rodriguez versi Iran.

Meski begitu, para pejabat Iran telah membantah bahwa ada negosiasi antara pejabat Iran dengan AS. Mereka membantah bahwa Trump akan diikutkan dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran sepeninggal Ali Khamenei.

Dalam sistem pemerintahan Iran, gelar pemimpin tertinggi digunakan untuk para cendekiawan agama yang berkualifikasi. Ia akan dipilih oleh Majelis Pakar, sebuah dewan berisi 88 anggota yang terpilih melalui pemilu 8 tahunan.

Mojtaba Khamenei Kandidat Utama Pemimpin Tertinggi Iran

Sebagaimana disinggung Trump, nama Motjaba Khamenei memang dilaporkan jadi kandidat dengan peluang terbesar jadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya. Motjaba adalah putra kedua Ali Khamenei dan ia digambarkan sebagai sosok garis keras.

Mojtaba dilaporkan merupakan kandidat pilihan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Motjaba disebut memiliki hubungan kuat dengan IRGC sejak ia diterjunkan dalam Perang Irak-Iran pada 1980 silam.

Menukil The Guardian, rumor menyebut bahwa Mojtaba telah terpilih secara de facto oleh Majelis Pakar, namun sejauh ini belum ada konfirmasi resmi.

Pengumuman hasil pemilihan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya ditunda, menyusul penundaan prosesi pemakaman Ali Khamenei yang semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu (4/3/2026).

Akan tetapi, meskipun belum ada konfirmasi resmi, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz telah memperingatkan bahwa Motjaba Khamenei akan dibunuh.

Mojtaba sendiri dikenal memiliki pandangan anti-AS yang kaku. Ia merupakan murid dari sejumlah ulama ternama Iran yang condong berpandangan keras terhadap nilai-nilai yang dibawa Eropa dan AS.

Dengan haluan yang cenderung anti-AS, Motjaba tidak masuk dalam kandidat yang diinginkan Trump.

Meski begitu, Mojtaba merupakan sosok penting dalam kantor pemimpin tertinggi Iran sejak Ali Khamenei masih menjabat. Mojtaba dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan ayahnya dan memiliki pengaruh luas di IRGC.

Sosok Mojtaba juga sudah lama disinyalir tengah dipersiapkan untuk menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran. Pada 2022, Mojtaba diberi gelar Ayatollah, gelar penting bagi sosok politik Iran karena pemimpin tertinggi Iran dipilih dari golongan cendekiawan agama.

Akan tetapi, kabar suksesi Ali Khamenei ke Mojtaba tak serta merta didukung semua pihak di Iran. Sebelum pecah perang dengan AS-Israel kini, pihak-pihak reformis telah menunjukkan sikap penolakan atas naiknya Mojtaba jadi pemimpin tertinggi Iran.

Naiknya Mojtaba sebagai pemimpin teringgi menggantikan ayahnya, dipandang banyak pihak, justru membuat jabatan tertinggi di Iran itu terkesan jadi turun temurun.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar